Potensi Kekayaan Wisata Gastronomi Diyakini Bakal Menarik Turis ke Sumbar

Senin, 06 Okt 2025, 13:54 WIB

JAKARTA -  Sumatera Barat bakal mengeksplorasi kekayaan wisata gastronomi lewat kegiatan pengenalan (famtrip). "Melalui aktivitas wisata alam dan budaya di Sumatera Barat, peserta dapat memahami lebih dalam terkait kekayaan kuliner dan kebudayaan yang ada di balik pembuatan kuliner khas di masing-masing daerah," kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin. Gastronomi adalah seni menyiapkan makanan lezat.

Made menjelaskan rangkaian famtrip ini dilaksanakan pada 30 September hingga 4 Oktober 2025 ke Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kota Payakumbuh, Danau Singkarak, Dataran Tinggi Alahan Panjang di Kabupaten Solok, dan Kota Padang.

Ket. Foto: gastronomi — Sumber: ist

Kementerian Pariwisata ingin agar Sumatera Barat dapat dikenal sebagai destinasi wisata gastronomi dan ramah uslim, sehingga diharapkan dapat menjadi alternatif destinasi wisata bagi wisatawan nusantara pada masa libur akhir tahun dan meningkatkan minat masyarakat untuk berwisata #DiIndonesiaAja, khususnya pada masa libur Natal dan tahun baru.

Kegiatan itu mengajak pelaku industri pariwisata, media, dan konten kreator sebagai peserta, diharapkan mereka dapat memahami wisata di Sumatera Barat dan bisa membantu mempromosikan kepada konsumen atau audiens yang dimiliki oleh peserta.

Made menambahkan kegiatan diharapkan dapat meningkatkan sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam pengembangan pariwisata Indonesia, khususnya di Sumatera Barat.

Berbasis Alam

Sementara itu, - Bupati Lumajang Indah Amperawati mendukung pariwisata berbasis kelestarian alam seperti destinasi wisata Kopi Jatian Kenongo (KJK) di kawasan hutan jati di Desa Kenongo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

"Kita harus sadar, pembangunan tidak boleh mengorbankan lingkungan. Justru kelestarian alam itulah yang menjadi roh dari pariwisata berkelanjutan,” kata Bupati Indah Amperawati dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang, Senin.

Menurutnya pembangunan pariwisata harus berbasis kelestarian alam dan destinasi wisata yang sukses bukan hanya ditentukan oleh fasilitas atau daya tarik manusia, tetapi oleh bagaimana alam di sekitarnya dijaga dan dihormati sebagai bagian dari pengalaman wisata yang otentik.

"Wisata Kopi Jatian Kenongo yang dikembangkan di kawasan hutan jati menjadi contoh nyata pariwisata yang harmonis dengan alam," katanya.

Bupati yang akrab dipanggil Bunda Indah itu menekankan agar pengelola dan pengunjung tetap menjaga ekosistem hutan, menghindari suara musik keras, serta membatasi aktivitas yang dapat merusak flora dan fauna lokal.

“Hutan jati itu bukan hanya untuk tempat rekreasi, tetapi juga rumah bagi berbagai jenis tanaman dan satwa. Menjaga keseimbangan alam adalah tanggung jawab kita semua,” katanya.

Selain menekankan kelestarian, Bunda Indah juga melihat potensi ekonomi dari pariwisata alam yang dikelola secara berkelanjutan, sehingga dengan pendekatan itu, desa tidak hanya mendapatkan pemasukan dari kunjungan wisatawan, tetapi nilai lingkungan tetap terjaga untuk generasi berikutnya.

“Kalau alam rusak, wisata juga akan hilang. Itulah mengapa pembangunan harus selaras dengan ekosistem, agar desa tetap berdaya, ekonomi tumbuh, dan lingkungan lestari,” tuturnya.

Kepala Desa Kenongo Slamet Triono mendukung sepenuhnya arahan tersebut dan seluruh pengelola wisata berkomitmen untuk menjaga hutan jati tetap alami, sembari mengembangkan atraksi wisata berbasis kopi dan edukasi alam.

Dengan peresmian itu, Wisata Kopi Jatian Kenongo bukan sekadar destinasi baru, tetapi simbol paradigma baru pariwisata Lumajang yang berorientasi pada keberlanjutan, pelestarian alam, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Ia berharap bahwa setiap desa di Lumajang mampu mengembangkan potensi lokalnya tanpa mengorbankan lingkungan.

"Wisata yang maju adalah wisata yang tidak merusak bumi. Mari kita jaga alam ini, agar generasi mendatang juga dapat menikmatinya,” ujarnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.