Bukan Kaleng-Kaleng! Donggala Cetak Sawah Baru 800 Hektare Demi Kedaulatan Pangan!
Minggu, 05 Okt 2025, 17:47 WIBDONGGALA â Program cetak sawah baru sering dipandang sebagai langkah cepat untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Tapi di balik itu, ada banyak hal yang perlu dicermati. Menambah lahan sawah memang terdengar kerenâproduksi beras naik, petani makin produktif.
Kunci program cetak sawah baru bukan cuma soal luas lahan, melainkan juga soal keberlanjutan: apakah tanahnya subur, irigasinya siap, dan petaninya mendapat pendampingan? Kalau tiga hal itu gak seimbang, sawah baru bisa jadi beban, bukan solusi.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebutkan sebanyak tujuh kecamatan di daerahnya mulai menjalankan program cetak sawah baru dengan total lahan mencapai seluas 800 hektare.
Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengatakan cetak sawah baru itu merupakan program Kementerian Pertanian untuk menambah pencapaian swasembada pangan.
"Untuk tahun ini Kabupaten Donggala mendapatkan alokasi dari Kementerian Pertanian untuk mencetak sawah baru seluas 800 hektare melingkupi Kecamatan Sojol, Pinembani, Sirenja, Sindue Tombusabora, Labuan, dan Banawa Selatan," kata Vera saat ditemui awak media di Banawa, Sabtu (5/10).
Ia mengemukakan melalui cetak sawah baru itu berpotensi menambah pasokan beras di Kabupaten Donggala umumnya Sulawesi Tengah.
"Pemerintah daerah akan mengawal pelaksanaan program tersebut hingga para petani merasakan manfaat dari cetak sawah baru di Donggala," ucapnya.
Menurut dia, kerap kali terdapat tantangan saat perluasan lahan seperti keterbatasan irigasi, lemahnya pendampingan petani, serta pengelolaan yang tidak berkelanjutan.
"Tentunya ini menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi termasuk sejumlah lokasi berada di wilayah dengan kondisi geografis sulit dan akses terbatas," sebutnya.
Seperti diketahui lahan sawah di Kabupaten Donggala saat ini tercatat seluas 9.045,14 hektare.
Untuk program cetak sawah baru di Sulawesi Tengah diproyeksikan mencapai 10.180 hektare tahun 2025 yang mencakup wilayah di Donggala, Tojo Una-una, Tolitoli, Buol, Poso, Sigi, Banggai dan Parigi Moutong.
Jadi, cetak sawah baru idealnya bukan sekadar proyek fisik, tapi strategi jangka panjang untuk memastikan setiap hektare lahan benar-benar menghasilkan pangan dan kesejahteraan bagi petani.
- Cetak Sawah Baru
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Survei: Ketersediaan Makananan Menjadi Pertimbangan Utama dalam Pemilihan Destinasi Muslim Indonesia
-
Yovie Widianto dan Andi Rianto Menggelar Konser Miliaran Cinta
-
Perjalanan Wisatawan Nusantara ke Banten Terus Meningkat
-
Optimasi lahan sawah di Tanah Datar
-
Realisasi program cetak sawah baru di Sigi
-
Jumlah investasi industri kimia dan farmasi pada 2025
-
Mudik Gratis BUMN 2026: Jadwal, Moda Transportasi, dan Cara Daftar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.