Sekolah Rakyat, Harapan Baru Anak Miskin untuk Keluar dari Jurang Kemiskinan
Rabu, 01 Okt 2025, 01:30 WIBJAKARTA - Pemerintah menghadirkan Sekolah Rakyat sebagai upaya memberi akses pendidikan gratis bagi anak-anak miskin. Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Fithra Faisal mengungkapkan program Sekolah Rakyat ini mampu mengangkat martabat mereka sekaligus membuka jalan keluar dari jurang kemiskinan.
Dia mengatakan meskipun tingkat kemiskinan di Indonesia turun menjadi 8,47 persen per Juli 2025 dari 8,57 persen per September 2024, jumlah penduduk miskin masih terbilang besar.
Data itu menunjukkan dari 23,85 juta penduduk miskin, 3 juta di antaranya berada dalam kemiskinan ekstrem, kata Fithra dalam acara diskusi "Sekolah Rakyat, Harapan Anak Negeri," yang dipantau secara daring di Jakarta, Selasa (30/9).
"Itu banyak sekali. Bagaimana orang-orang itu bisa keluar dari jurang kemiskinan tanpa disentuh pendidikan?" kata dia. "Makanya, Sekolah Rakyat menjadi sangat krusial."Â
Dia mengatakan dirinya yakin bahwa sesulit apa pun kondisi seseorang, tetapi martabatnya bisa terangkat jika mendapat pendidikan.
Fithra juga menekankan pentingnya mobilitas sosial, di mana nasib seorang anak menjadi lebih baik dari orang tuanya.
Persoalannya, kata dia, masih ada kesenjangan yang sangat besar di antara masyarakat dalam hal partisipasi mereka dalam bidang pendidikan.
Tingkat putus sekolah anak-anak miskin pada tingkat SD mencapai sekitar 1,15 persen, SMP 10 persen, dan SMA 30 persen.
"Sangat berbeda dengan masyarakat kaya, di mana tingkat tidak-berpartisipasi di sekolah semuanya di bawah setengah persen. Jadi, mereka sangat tersentuh pendidikan, di mana di sisi yang lain, masyarakat paling bawah, sangat tidak tersentuh pendidikan," kata Fithra.
Berangkat dari hal itulah, pemerintah membuat program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda, katanya.
Fithra menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat ditujukan untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem dengan biaya gratis, sedangkan Sekolah Garuda fokus mengoptimalkan potensi siswa agar mereka bisa masuk ke universitas ternama, termasuk di luar negeri.
"Sekolah Garuda nanti memang terseleksi. Nanti mungkin ada bagian dari Sekolah Rakyat yang memang sangat berprestasi itu bisa masuk ke Sekolah Garuda," kata dia.
- kemiskinan
- sekolah rakyat
- pendidikan gratis
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Gerak Cepat Atasi Kebakaran Kapal, Kemenhub Kerahkan Kapal Patroli Evakuasi KM Mutiara Sentosa II
-
Kabar Gembira untuk Publik Silverstone: Cal Crutchlow Ambil Bagian di GP Inggris
-
PT KAI Ungkap Realisasi Keselamatan 145 Perlintasan Sebidang Capai 77,37 Persen
-
Honda Super-One Siap Debut di GIIAS 2026, Pertama di Asia Tenggara
-
Pelayanan Publik Kota Amboon Terus Ditingkatkan
-
Iran Gelar Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Selama 6 Hari, Putranya Mojtaba Tak Akan Hadir
-
Putin Sebut Indonesia Sahabat Terpercaya Rusia, Prabowo Jadi Tamu Kehormatan di Vladivostok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.