Foto: Indonesia Memiliki Potensi Sebagai Pemain Kunci dalam Produksi Baterai Kendaraan Listrik

Indonesia Battery Corporation (IBC) menyampaikan Indonesia memiliki potensi sebagai pemain kunci dalam produksi baterai kendaraan listrik.Hal tersebut didorong dengan cadangan nikel di Indonesia, yang menjadi salah satu terbesar di dunia. Indonesia memiliki seluruh cadangan bahan baku untuk pembuatan baterai berbasis Nickel-Mangan-Cobalt (NMC).

Pemerintah sedang menggenjot ekosistem baterai kendaraan listrik. Mulai dari bahan baku hingga produksi. Selain baterai mobil listrik, pemerintah akan menggarap pula baterai motor listrik. pengembangan ekosistem baterai motor listrik ini dilakukan untuk mengurangi masyarakat yang menggunakan motor berbahan bakar fosil. Dia menyebutkan saat ini ada sekitar 140 juta unit motor yang berada di jalan-jalan Indonesia.

Sejak digulirkannya program hilirisasi secara masif dan besar-besaran di sektor mineral dan batubara (Minerba) beberapa tahun lalu dengan dilarangnya ekspor nikel ore, pemerintah sudah punya mimpi untuk menjadikan Indonesia sebagai raja baterai kendaraan listrik dunia. Indonesia ditargetkan tidak lagi menjadi corong penyedot bahan mineral mentah yang memasok kebutuhan pabrikan baterai dunia tapi Indonesia ditargetkan menjadi magnet bagi para konsumen baterai listrik. Mimpi itu segera jadi kenyataan, pabrik-pabrik smelter yang mengolah bahan raw meterial bahan baku pembuatan baterai kendaraan listrik memang tengah berproses pembangunanannya. Tapi tidak lama lagi jika tidak aral melintang, 2028 akan menjadi tahun pembuka lahirnya raja baru di ekosistem baterai kendaraan listrik dunia, yaitu Indonesia.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat saat ini secara keseluruhan cadangan nikel baik jenis nikel kadar tinggi atau saprolit dan nikel kadar rendah atau limonit terkira sebesar 5,2 miliar ton dimana 3,5 miliar ton merupakan cadangan bijih nikel kadar tinggi atau saprolit dan 1,5 miliar ton merupakan cadangan bijih nikel kadar rendah atau limonit.

Sumber cadangan nikel di Indonesia paling banyak tersimpan di wilayah Sulawesi. Sementara sumber daya nikel tercatat sekitar 17 miliar ton di luar green area yang belum dieksplorasi.

Aktor utama dibalik segera terwujudnya mimpi itu adalah Mineral Industry Indonesia (MIND ID) atau holding BUMN pertambangan. MIND ID merupakan kepanjangan tangan pemerintah untuk memastikan proses hilirisasi yang dibangun bisa berjalan smooth dan efektif.

Mekanik sedang berbincang mengenai pembuatan batere untuk kendaraan listrik disalah satu bengkel workshop DYVolt EV Shop di kawasan Bekasi yang mampu menangani konversi kendaraan konvensional ke kendaraan listrik, Bekasi, Senin (15/9). 

Mekanik sedang berbincang mengenai pembuatan batere untuk kendaraan listrik disalah satu bengkel workshop DYVolt EV Shop di kawasan Bekasi yang mampu menangani konversi kendaraan konvensional ke kendaraan listrik, Bekasi, Senin (15/9). 

Pilihan sparepart motor yang digunakan saat mengkonversi motor dari konvensional ke kendaraan listrik

Mekanik memasang batere untuk kendaraan listrik disalah satu bengkel workshop DYVolt EV Shop di kawasan Bekasi yang mampu menangani konversi kendaraan konvensional ke kendaraan listrik, Bekasi, Senin (15/9). 

Mekanik mencoba motor konvensional yang sudah dikonversi ke kendaraan listrik

Pengendara motor listrik mengganti batere motor listrik disalah lokasi stasiun pengisian batere di Jakarta, Dalam Rencana Jangka Panjang (RJP) MIND ID selama periode tahun 2025-2029 akan terbangun berbagai fasilitas pengolahan bahan mineral yang menjadi berbagai macam produk turunan. Ketika sudah terbagun dari hulu ke hilir maka era baru industrialisasi ekosistem baterai kendaraan listrik di tanah air resmi

Doc. Foto: Koran Jakarta/Wahyu AP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.