Kabar Suka bagi para Ketua RT/RW karena Segera Naik Gaji. Semoga Tidak Menari-nari

Jumat, 12 Sep 2025, 02:22 WIB

JAKARTA – Menjelang akhir satu tahun menjabat, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo segera mengumumkan kenaikan dana operasional untuk RT/RW mulai Oktober. “Nanti, Oktober ada kenaikan dana operasional untuk RT RW. Saya sudah tanda tangani dan segera umumkan,” kata Pramono saat dijumpai di kawasan Jakarta Pusat, Kamis.

Sebelumnya, Pramono sempat menjanjikan bahwa dana operasional untuk pengurus RT dan RW di Jakarta akan naik sebesar 25 persen mulai Oktober tahun ini. Namun, kenaikan dana operasional itu tak dilakukan sekaligus melainkan secara bertahap. Sebab, Pramono mengakui bahwa kenaikan ini akan menambah beban anggaran daerah karena jumlah RT dan RW di Jakarta cukup banyak yakni sekitar 30.900.

Ket. Foto: rupiah — Sumber: ist

“Karena naik 25 persen saja dengan sejumlah RT/RW yang begitu banyak, beban anggarannya juga cukup besar,” kata Pramono. Kendati demikian, Pramono menegaskan bahwa dirinya tetap berkomitmen menepati janji yang pernah ia katakan saat masa kampanye.

Untuk itu, Pramono mengatakan kenaikan dana operasional RT dan RW akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai target yang pernah dia janjikan. “Tetapi saya selalu orang yang konsisten dengan apa yang saya janjikan dan berikutnya nanti secara perlahan akan dinaikkan,” kata Pramono.

Adapun kenaikan dana operasional RT dan RW merupakan salah satu janji kampanye Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno dalam Pemilihan Gubernur Jakarta 2024. Kala itu, Pramono berencana menaikkan dana operasional bagi pengurus lingkungan hingga dua kali lipat.

Menurut Pramono, saat ini, biaya operasional RT hanya 2 juta. Sedangkan untuk RW 2,5 juta. Jika biaya operasional RT masing-masing ditambah menjadi 4 juta dan RW 5 juta per bulan, totalnya sekitar 68 miliar.

KJP Plus

Pramono Anung Wibowo juga mengungkapkan telah menandatangani Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus tahap ke-2. “Untuk KJP Plus tahap ke-2 ini disalurkan kepada 707.513 peserta didik. Jumlah tersebut terdiri dari 622.157 kelanjutan dari penerima tahap pertama. Kemudian ada 85.356 penerima baru.

Pramono menjelaskan, total anggaran untuk KJP Plus tahap ke-2 adalah 1,61 triliun. Untuk penyaluran dananya, Pramono mengatakan akan dilakukan secara bertahap dan dimulai pada Kamis ini.

“Sebenarnya kemarin sudah mulai melalui ATM dan juga buku tabungan yang selama ini sudah berjalan, kecuali penerima baru. Yang baru tentunya harus membuat buku tabungan dulu,” kata Pramono.

  • KJP
  • Gaji dan Tunjangan

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.