Banyumas Alami Bencana Hidrometeorologi Dipicu Hujan Ekstrem
Kamis, 11 Sep 2025, 17:59 WIBCILACAP - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (10/9) hingga Kamis pagi, memicu terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah itu.
Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Kamis, mengatakan curah hujan pada Rabu (10/9) di beberapa wilayah Banyumas tercatat sangat lebat (100-150 milimeter) hingga ekstrem (di atas 150 milimeter).
âBerdasarkan data, hujan ekstrem di Kabupaten Banyumas tercatatdi Gumelar (157 mm), Kebun Samudera (163 mm), Bendung Sumbang (184 mm), dan Rempoah (226 mm). Hujan sangat lebat juga terpantau di Bendung Kertadirjan (110 mm) dan Jatilawang (107 mm),â katanya.
Sementara di Kabupaten Cilacap, kata dia, curah hujan pada Rabu (10/9) tercatat lebat (50-100 mm) hingga sangat lebat.
Hujan sangat lebat terjadi di Nusawungu dengan curah 105 mm, sedangkan hujan lebat hampir merata di seluruh Cilacap, antara lain Maos (80 mm), Jeruklegi (61 mm), Cipari (58 mm), Majenang (90 mm), dan Wanareja (60 mm).
âHujan lebat dan ekstrem ini menyebabkan banjir di Cilacap dan longsor di Banyumas,â katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan tingginya curah hujan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor dinamika atmosfer, yakni adanya Dipole Mode Index (DMI) negatif yang mencapai minus 1,27, sehingga berdampak pada meningkatnya curah hujan di wilayah Indonesia bagian barat.
âDMI adalah fenomena interaksi laut-atmosfer di Samudra Hindia,â katanya.
Selain itu, kata dia, kondisi cuaca juga dipengaruhi oleh Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 3 di Samudra Hindia yang berkontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan.
Menurut dia, faktor lain berupa terpantaunya tekanan rendah di Samudra Hindia di sebelah barat daya Sumatera.
Terkait dengan hal itu, dia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, karena hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi pada hari Jumat (12/9).
âOleh karena itu, potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor perlu diantisipasi,â kata Teguh. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Dana Desa Lebih Banyak ke KDMP, Desa Didorong Jadi Mesin Ekonomi Lokal
-
Perhatian! BMKG Ingatkan Pemda dan Warga Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi November-Desember
-
Tanggap Darurat Gempa Flores Diperpanjang, ASITA Pastikan Pariwisata Tetap Berjalan
-
Tak Bisa Terus Bergantung Impor, Celios Dorong Penguatan Stok Kedelai Nasional
-
Evolusi Panggul dan Risiko Cedera Atlet Pria dan Wanita
-
DPRD DKI: Raperda Pangan Solusi Harga Murah dan Stok Melimpah
-
Masuk Hari Kedua, Tim SAR Perluas Upaya Pencarian Dzikri Maulana yang Hilang di Gunung Ijen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.