Ronaldo Masih Jadi Kunci Portugal

Senin, 08 Sep 2025, 07:55 WIB

PARIS – Portugal mengawali kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 5-0 atas Armenia di Yerevan, Minggu (7/9). Namun pesta gol itu sarat emosi, menyusul kepergian Diogo Jota dan kakaknya, Andre Silva, yang tewas dalam kecelakaan mobil di Spanyol awal Juli lalu. Dalam kemenangan ini Kapten Portugal, Cristiano Ronaldo masih menjadi pemain kunci.

Sebelum laga di Stadion Vazgen Sargsyan dimulai, kedua tim mengheningkan cipta selama satu menit. Jota, penyerang Liverpool, baru saja menikah 11 hari sebelum tragedi itu terjadi, meninggalkan istri dan tiga anaknya. Cristiano Ronaldo, ikon sepak bola Portugal yang kini berusia 40 tahun, kembali menjadi pusat perhatian. Dia mencetak dua gol, satu di babak pertama. Satu lagi babak kedua lewat tembakan jarak jauh, menjadikan koleksinya 140 gol internasional, lebih dari dua dekade sejak debutnya.

Ket. Foto: Striker Portugal, Cristiano Ronaldo, beraksi dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 antara Armenia lawan Portugal di Yerevan, Minggu (7/9). — Sumber: KAREN MINASYAN / AFP

“Langkah pertama sudah diambil,” tulis Ronaldo di media sosial, menegaskan tekad tampil di Piala Dunia keenamnya. Joao Felix turut menyumbang dua gol, sementara Joao Cancelo menambah satu gol dengan selebrasi khas mengangkat tangan ke langit, meniru gaya Jota. “Kami percaya dia masih bersama kami. Gol Ronaldo di menit ke-21 sangat berarti, karena itu nomor punggung Jota di tim nasional,” ucap bek Nuno Tavares.

Kemenangan ini menempatkan skuad asuhan Roberto Martinez di puncak Grup F. Portugal berikutnya akan menghadapi Hungaria, yang sebelumnya ditahan Irlandia 2-2 setelah kebobolan di menit ketiga tambahan waktu. Di Birmingham, Inggris menjaga catatan tak terkalahkan di Grup K usai menang 2-0 atas Andorra. Bermain di Villa Park, gol bunuh diri Christian Garcia membuka keunggulan, sebelum Declan Rice menambah lewat sundulan.

Meski mengoleksi 12 poin dari empat laga, penampilan tim asuhan Thomas Tuchel jauh dari meyakinkan. Publik menilai lini depan minim kreativitas dan kecerdikan. “Setelah gol pertama, kami kehilangan konsentrasi selama 10-15 menit. Babak kedua lebih baik, tapi seharusnya bisa mencetak lebih banyak,” ujar Tuchel.

Pelatih asal Jerman itu menyalahkan atmosfer penonton yang menurutnya kurang bergairah dibanding laga Liga Inggris. Namun dia sadar ujian sesungguhnya baru datang saat tandang ke Belgrade melawan Serbia, pesaing utama di grup. “Kami sudah belajar banyak. Selanjutnya, saatnya membuktikan diri,” tegasnya.

Serbia menempati peringkat kedua dengan tujuh poin setelah menang tipis 1-0 atas Latvia di Riga.ben/G-1

  • kualifikasi piala dunia 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.