Foto: VIVA Bukukan Laba Rp1,19 Triliun, MDIA Catat EBITDA Naik 93%
Mantan Komisaris Utama PT Visi Media Asia Tbk Anindya Novyan Bakrie bersama Komisaris UtamaAnindra Ardiansyah Bakrie dan Komisaris Independen C. F Carmelita Hardikusumo, Direktur Utama PT Visi Media Asia Tbk Ahmad R. Widarmana, dan jajaran direksi berfoto bersama usai mengikuti rapat umum pemegang saham PT Visi Media Asia Tbk di Jakarta, Rabu (3/9). PT Visi Media Asia Tbk dan PT Intermedia Capital Tbk. membukukan kinerja solid pada Semester I 2025. VIVA berhasil mencatat laba bersih Rp1,19 triliun, sementara MDIA menorehkan pertumbuhan EBITDA hingga 93%. Hasil ini memperlihatkan arah pertumbuhan yang jelas dan memberi optimisme bagi perjalanan Perseroan ke depan. Dalam enam bulan pertama tahun ini, VIVA mampu membalikkan kerugian tahun lalu menjadi laba bersih, ditopang keberhasilan restrukturisasi keuangan yang signifikan. Pendapatan tercatat Rp477,9 miliar dan EBITDA Rp32,8 miliar dengan margin 6,9%, namun efisiensi beban bunga menjadi kunci utama perbaikan. Perubahan besar ini menjadikan fondasi keuangan VIVA lebih sehat untuk melakukan berbagai aksi korporasi.
PT Visi Media Asia Tbk. dan PT Intermedia Capital Tbk. membukukan kinerja solid pada Semester I 2025. VIVA berhasil mencatat laba bersih Rp1,19 triliun, sementara MDIA menorehkan pertumbuhan EBITDA hingga 93%. Hasil ini memperlihatkan arah pertumbuhan yang jelas dan memberi optimisme bagi perjalanan Perseroan ke depan. Dalam enam bulan pertama tahun ini, VIVA mampu membalikkan kerugian tahun lalu menjadi laba bersih, ditopang keberhasilan restrukturisasi keuangan yang signifikan. Pendapatan tercatat Rp477,9 miliar dan EBITDA Rp32,8 miliar dengan margin 6,9%, namun efisiensi beban bunga menjadi kunci utama perbaikan. Perubahan besar ini menjadikan fondasi keuangan VIVA lebih sehat untuk melakukan berbagai aksi korporasi. Dari sisi struktur modal, Perseroan berhasil menekan total liabilitas menjadi Rp6,10 triliun pada 30 Juni 2025, dari sebelumnya Rp7,28 triliun pada 31 Desember 2024. Ekuitas juga berbalik positif Rp418,97 miliar setelah sempat defisit Rp772,9 miliar di akhir tahun lalu. Perbaikan struktur modal ini menjadi tonggak penting yang menegaskan kemampuan VIVA menyehatkan neraca sekaligus memperkuat daya tahan finansialnya.
Restrukturisasi memberi ruang bagi VIVA untuk terus berinvestasi di konten, teknologi, dan pengembangan talenta. Kami berkomitmen menjaga kepemimpinan di televisi FTA dan memperluas jangkauan digital di era konvergensi media,” ujar Presiden Direktur VIVA, Arief Yahya pada Public Expose VIVA dan MDIA, Rabu 3 September 2025 di Bakrie Tower, Jakarta. MDIA juga menorehkan capaian positif. EBITDA meningkat 92,6% menjadi Rp85,4 miliar dengan margin 27,7%. Laba usaha melonjak hampir tiga kali lipat menjadi Rp60,8 miliar, sementara rugi bersih berhasil ditekan tajam menjadi Rp11,4 miliar dari Rp235,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu. ANTV sebagai portofolio utama MDIA, memperlihatkan pertumbuhan kuat dengan kenaikan pangsa pemirsa prime time ke posisi Top 6 TV hiburan nasional (TV Share 5,9%) dari sebelumnya peringkat ke-9 (TV Share 4,8%). Capaian ini lahir dari strategi female-oriented dan penguatan infrastruktur penyiaran digital, modernisasi perangkat siaran, peningkatan dan optimalisasi transmisi untuk memperluas jangkauan audiens dan menghadirkan pengalaman menonton yang lebih memuaskan. Sementara itu, tvOne tetap konsisten sebagai TV berita nomor satu di Indonesia dengan pangsa audiens program berita reguler 5,8% pada Januari–Juli 2025. Program Apa Kabar Indonesia (Pagi, Siang, Malam) dan Catatan Demokrasi terus mencatat performa stabil, ditopang breaking news ber-rating tinggi seperti Sidang Isbat Ramadan (11,2%), tenggelamnya KMP di Selat Bali (9,4%), dan Banjir Jabodetabek (8,5%). Capaian ini menegaskan kepercayaan publik pada tvOne sebagai sumber berita cepat, akurat, dan terpercaya.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.