Terlalu Lamban, Warga Cianjur Menanti Dana Perbaikan Rumah Dampak Bencana Alam 2024
Jumat, 22 Agu 2025, 12:33 WIBCIANJUR â Meski sudah berlangsung pada tahun lalu, di mana sekitar 3.000 rumah rusak akibat pergeseran tanah, hingga kini warga Cianjur belum juga menerima bantuan perbaikan rumah. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, bantuan perbaikan rumah warga yang rusak akibat pergeseran tanah di wilayah selatan masih dalam proses peninjauan Inspektorat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Cianjur Nurzain di Cianjur, Kamis, mengatakan sekitar 3.000 rumah terdampak bencana pergerakan tanah tahun 2024 diajukan untuk mendapatkan bantuan dan relokasi dari pemerintah pusat melalui BNPB.
âData penerima bantuan sudah selesai diverifikasi di daerah dan diserahkan ke BNPB, selanjutnya tinggal Inspektorat BNPB melakukan peninjauan, termasuk dalam SK atau dokumen penerima bantuan, takutnya ada yang ganda," katanya. Setelah proses di Inspektorat BNPB, hasilnya akan diteruskan melalui biro keuangan di Kementerian Keuangan yang membutuhkan waktu cukup panjang sampai ke tahap pencairan bantuan pada para penyintas.
Terlambatnya pencairan, katanya, dari keharusan kajian teknis, karena sebagian besar wilayah terdampak masuk dalam zona merah, sehingga membutuhkan waktu cukup lama, terlebih pendataan dilakukan dinas lain. "Karena kajian yang dilakukan cukup lama dan panjang, sehingga proses pengajuan pencairan harus memenuhi berbagai persyaratan, termasuk menyertakan hasil kajian," katanya.
Total bantuan yang diajukan, tambah dia, sekitar 100 miliar dengan jumlah penerima kurang lebih 3.000 orang atau unit rumah dengan berbagai kategori ringan, sedang dan berat yang masih menunggu hasil peninjauan BNPB, sehingga dapat dipastikan atau valid.
Setelah peninjauan tuntas, dilakukan mekanisme pencairan sama dengan bantuan stimulan gempa, dimana dana ditransfer langsung ke rekening penerima yang sudah dibuatkan langsung pihak bank yang ditunjuk. âBantuan tersebut akan dikirim langsung ke rekening penerima yang sudah dibuatkan pihak bank yang ditunjuk ketika uangnya sudah masuk, tinggal dicairkan,â katanya.
Hingga saat ini sebagian besar warga korban pergeseran tanah di 16 kecamatan di wilayah selatan Cianjur sudah memperbaiki rumah yang rusak secara mandiri, sekitar 210 kepala keluarga masih menumpang di rumah saudaranya, karena rumah mereka tidak dapat lagi ditempati.
Pihaknya mendata sekitar 500 kepala keluarga kemungkinan harus direlokasi, karena rumah mereka berada di zona merah pergeseran tanah, seperti di Kecamatan Takokak dan Agrabinta, namun proses relokasi masih menunggu hasil kajian dari Badan Geologi.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Jepang Tuntaskan Tahap Akhir Pembuangan Limbah PLTN Fukushima
-
Pemulihan psikologis anak terdampak gempa bumi
-
Era Suku Bunga Tinggi AS Jadi Ujian Ketahanan Kebijakan Ekonomi Nasional
-
Bantu Korban Gempa NTT, BNPB Terima 34,38 Ton Bantuan Logistik dari TNI AU dan Jakarta
-
Karhutla Jangan Sampai Meluas! Deteksi Dini Jadi Kunci Cegah Kebakaran Hutan
-
Kolombia Tegaskan Tidak Ada Tempat bagi Migran Ilegal
-
Menkomdigi: Digitalisasi Bansos Diperluas Secara Nasional pada Oktober 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.