Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tumbuhan Baru Endemik Sulawesi Tenggara Ditemukan Seiring Momen HUT ke-80 RI

📅 Rabu, 20 Agu 2025, 23:25 WIB | Oleh:
Tumbuhan Baru Endemik Sulawesi Tenggara Ditemukan Seiring Momen HUT ke-80 RI Doc: Antara
Ket. Syzygium rubrocarpum I. Martian., M.R. Hariri & A.S.D. Irsyam.

Bandung - Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) Institut Teknologi Bandung (ITB) mengumumkan telah ditemukannya spesies baru dari keluarga Myrtaceae, yang merupakan tumbuhan endemik Sulawesi Tenggara, seiring dengan momen HUT ke-80 RI, Agustus ini.

Penelitian sebagai upaya berkelanjutan penyingkapan keanekaragaman tumbuhan Indonesia, merupakan hasil kolaborasi antara kurator Herbarium Bandungense SITH ITB Arifin Surya Dwipa Irsyam, dengan dua peneliti BRIN, yakni dari Pusat Riset Botani Terapan Irvan Martiansyah, serta dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi Muhammad Rifqi Hariri.

"Melalui kolaborasi, tim berhasil mengidentifikasi spesies baru dari genus Syzygium yang berasal dari Sulawesi Tenggara. Tumbuhan yang dikenal masyarakat lokal dengan nama Ruruhi ini kini resmi dideskripsikan sebagai Syzygium rubrocarpum," kata Arifin di Bandung, Rabu.

Penelitian ini, bermula dari Irfan Martiansyah yang mengamati koleksi hidup di Kebun Raya Bogor, yang dikoleksi sejak 1996 oleh almarhum Subekti Purwantoro, peneliti senior LIPI dari Kolaka, Sulawesi Tenggara. Koleksi hidup tersebut, ditanam di Blok XII. B. VIII.58.

Arifin yang juga corresponding author publikasi, menjelaskan bahwa hasil analisis morfologi menunjukkan perbedaan mencolok dibanding spesies Syzygium Wallacea lainnya, terutama buahnya yang bulat dan berwarna merah mencolok.

"Menariknya, pada waktu yang bersamaan, tim peneliti menemukan buah Ruruhi diperjualbelikan oleh warga lokal Kendari yang mengunggahnya melalui media sosial di Facebook. Ternyata buah tersebut cocok dengan koleksi hidup di Kebun Raya Bogor, sehingga semakin menguatkan bukti bahwa ini adalah jenis baru," ucap Arifin.

Selama ini, Ruruhi sering disebut sebagai Syzygium polycephalum (Miq.) Merr. & & L.M.Perry dalam berbagai penelitian. Padahal, keduanya adalah spesies yang berbeda.

Kesalahan identifikasi ini, katanya, membuat banyak publikasi ilmiah merujuk pada nama yang keliru dan penelitian terbaru dari BRIN dan ITB berhasil meluruskan hal tersebut dengan bukti morfologi dan molekuler.

Ada dua ciri utama yang membedakan Syzygium rubrocarpum dengan kerabat dekatnya, pertama pola perbungaan: Ruruhi memiliki perbungaan berbatas (cyme) yang tumbuh dari batang utama (cauliflorous), sedangkan S. polycephalum memiliki perbungaan malai (panicle) yang tumbuh di ranting.

Kedua, dari warna buah: Ruruhi menghasilkan buah bulat dengan warna merah terang, berbeda dengan buah S. polycephalum yang berwarna ungu kehitaman menyerupai kulit manggis. Warna inilah yang menginspirasi penamaan "rubrocarpum" yang dalam bahasa Latin, rubro berarti merah dan carpum berarti buah. 

Penemuan Syzygium rubrocarpum menegaskan betapa kaya dan belum terungkapnya semua keanekaragaman hayati Indonesia, sekaligus menjadi pengingat bahwa bahkan tumbuhan yang sudah diperdagangkan di masyarakat bisa saja merupakan spesies baru.

Oleh karena itu, riset taksonomi perlu mendapatkan perhatian lebih demi menjaga sekaligus memanfaatkan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.

"Jangan takut belajar taksonomi tumbuhan, meskipun nama-nama ilmiah mungkin terdengar sulit, mengerikan, dan susah dihafal, taksonomi adalah ilmu yang krusial untuk membuka tabir keanekaragaman hayati Indonesia yang melimpah," tutur Arifin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

George Clooney akan Membuka Restoran Italia di Prancis.

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
George Clooney akan Membuka...

Kabut Asap Selimuti Singapura

1 jam lalu | Fajar Alim M

Luar Negeri
Kabut Asap Selimuti Singapura
Megapolitan
Digitalisasi Posyandu Mulai...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.