Bayar Sekejap, Jalan Lancar: BI Bali Resmikan QRIS Tap di Transportasi Umum

Rabu, 13 Agu 2025, 21:59 WIB

DENPASAR – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali siap menggebrak dunia pembayaran digital dengan meluncurkan penggunaan QRIS Tap—transaksi cepat tanpa repot memindai—untuk transportasi umum mulai 14 Agustus 2025.

Inovasi ini digadang-gadang bakal memutus antrian panjang, menghapus kerepotan penumpang mencari uang receh, dan menggeser budaya bayar tunai yang selama ini mengakar.

Ket. Foto: Arsip foto - Penumpang bersiap menaiki bus Trans Metro Dewata di kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (1/8/2024). — Sumber: ANTARA FOTO/ Fikri Yusuf

Langkah berani BI Bali ini bukan sekadar memudahkan, tapi juga mendorong akselerasi ekosistem pembayaran nirsentuh yang lebih efisien, aman, dan modern.

Jika berhasil, transportasi umum di Bali bisa menjadi panggung revolusi digital yang menular ke sektor-sektor lain, sekaligus mengirim pesan keras: era dompet tebal sudah lewat, cukup satu tap untuk melaju.

“QRIS tap dapat mengakomodasi transaksi yang lebih cepat seperti transportasi umum,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Erwin Soeriadimadja di Denpasar, Bali, Rabu (13/8).

Untuk menggunakan metode pembayaran baru tersebut, pengguna harus menggunakan telepon pintar yang sudah dilengkapi teknologi komunikasi nirkabel jarak pendek atau near field communication (NFC).

Teknologi NFC memungkinkan dua perangkat elektronik dapat terkoneksi dalam jarak dekat.

Hadirnya inovasi itu mengakomodasi transaksi yang lebih cepat salah satunya untuk kebutuhan transportasi umum di Bali seperti Trans Sarbagita dan Trans Metro Dewata (TMD).

Adanya inovasi sistem pembayaran itu juga berpotensi mengalihkan pembayaran menggunakan QRIS biasa di transportasi umum menjadi QRIS tap.

Perwakilan bank sentral di Bali itu mencatat data Dinas Perhubungan Provinsi Bali, volume transaksi di Trans Sarbagita mencapai 51.588 kali transaksi dengan nominal transaksi mencapai Rp147,8 juta.

Sedangkan volume transaksi di TMD mencapai 116.985 kali transaksi dengan nominal mencapai Rp644,9 juta.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan Provinsi Bali, bus TMD dilayani dalam enam koridor dengan rute pergi-pulang (PP) dan beroperasi di Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar dan Tabanan.

Ada pun koridor pertama TMD menghubungkan Sentral Parkir Kuta-Terminal Pesiapan Kabupaten Tabanan.

Koridor kedua yakni Terminal Ubung-Halte Kedatangan Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, kemudian koridor ketiga menghubungkan Terminal Ubung-Icon Mal Bali Sanur Denpasar.

Selanjutnya koridor empat menyambungkan Terminal Ubung-Sentral Parkir Monkey Forest di Ubud Gianyar, koridor kelima yakni Sentral Parkir Kuta-Politeknik Negeri Bali Kabupaten Badung, dan koridor keenam Sentral Parkir Kuta-Sentral Parkir Nusa Dua Kabupaten Badung.

Hingga saat ini bus berwarna merah itu diperkuat 75 armada berukuran sedang.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.