Foto: Peluncuran Instrumen Kepedulian Lingkungan Sekolah
Tim peneliti Lab Sosio Univ Indonesia DR. Sulastri Sardjo (kiri) bersama Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup DRA. Jo Kumala Dewi, M.SC (kedua kiri), Direktur SMP Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Maulani Mega Hapsari, S.I.P, M.A (kedua kanan) dan Direktur Bakti Barito Dian A. Purbasari (kanan) berfoto bersama saat meluncurkan Instrumen Pengukuran Perilaku Peduli Lingkungan Hidup di Sekolah yang merupakan program dari Kementeriam KLH dan didukung oleh YBB dan LabSosio UI di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (6/8). Peluncuran ini menandai dimulainya penyusunan dua instrumen baru, yaitu Instrumen Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Sekolah (IPPLHS) dan Instrumen Program Peduli dan Budaya Lingkungan Hidup Sekolah (IPPBLHS), yang akan digunakan untuk menilai tingkat kepedulian siswa dan sekolah terhadap lingkungan. Kedua alat ukur ini diharapkan dapat memperkuat Program Adiwiyata yang sejak 2006 mendorong sekolah-sekolah di Indonesia mengajarkan kebiasaan ramah lingkungan, mulai dari perilaku individu hingga kebijakan sekolah secara menyeluruh.
Tim peneliti Lab Sosio Univ Indonesia DR. Sulastri Sardjo (kiri) bersama Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup DRA. Jo Kumala Dewi, M.SC (kedua kiri), Direktur SMP Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Maulani Mega Hapsari, S.I.P, M.A (kiri) dan Direktur Bakti Barito Dian A. Purbasari (kedua kanan) berfoto bersama saat meluncurkan Instrumen Pengukuran Perilaku Peduli Lingkungan Hidup di Sekolah yang merupakan program dari Kementeriam KLH dan didukung oleh YBB dan LabSosio UI di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (6/8). Peluncuran ini menandai dimulainya penyusunan dua instrumen baru, yaitu Instrumen Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Sekolah (IPPLHS) dan Instrumen Program Peduli dan Budaya Lingkungan Hidup Sekolah (IPPBLHS), yang akan digunakan untuk menilai tingkat kepedulian siswa dan sekolah terhadap lingkungan. Kedua alat ukur ini diharapkan dapat memperkuat Program Adiwiyata yang sejak 2006 mendorong sekolah-sekolah di Indonesia mengajarkan kebiasaan ramah lingkungan, mulai dari perilaku individu hingga kebijakan sekolah secara menyeluruh.
Direktur SMP Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Maulani Mega Hapsari, S.I.P, M.A (kanan) dan Direktur Bakti Barito Dian A. Purbasari (kiri) saat meluncurkan Instrumen Pengukuran Perilaku Peduli Lingkungan Hidup di Sekolah yang merupakan program dari Kementeriam KLH dan didukung oleh YBB dan LabSosio UI di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (6/8). Peluncuran ini menandai dimulainya penyusunan dua instrumen baru, yaitu Instrumen Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Sekolah (IPPLHS) dan Instrumen Program Peduli dan Budaya Lingkungan Hidup Sekolah (IPPBLHS), yang akan digunakan untuk menilai tingkat kepedulian siswa dan sekolah terhadap lingkungan. Kedua alat ukur ini diharapkan dapat memperkuat Program Adiwiyata yang sejak 2006 mendorong sekolah-sekolah di Indonesia mengajarkan kebiasaan ramah lingkungan, mulai dari perilaku individu hingga kebijakan sekolah secara menyeluruh
Direktur SMP Ditjen Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Maulani Mega Hapsari, S.I.P, M.A (kanan) dan Direktur Bakti Barito Dian A. Purbasari (kiri) saat meluncurkan Instrumen Pengukuran Perilaku Peduli Lingkungan Hidup di Sekolah yang merupakan program dari Kementeriam KLH dan didukung oleh YBB dan LabSosio UI di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (6/8). Peluncuran ini menandai dimulainya penyusunan dua instrumen baru, yaitu Instrumen Perilaku Peduli Lingkungan Hidup Sekolah (IPPLHS) dan Instrumen Program Peduli dan Budaya Lingkungan Hidup Sekolah (IPPBLHS), yang akan digunakan untuk menilai tingkat kepedulian siswa dan sekolah terhadap lingkungan. Kedua alat ukur ini diharapkan dapat memperkuat Program Adiwiyata yang sejak 2006 mendorong sekolah-sekolah di Indonesia mengajarkan kebiasaan ramah lingkungan, mulai dari perilaku individu hingga kebijakan sekolah secara menyeluruh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.