Menko Perekonomian dan Gubernur Jateng Tinjau Koperasi Desa Merah Putih Sumbung Boyolali, Siap Diluncurkan Presiden

Minggu, 20 Jul 2025, 16:50 WIB

BOYOLALI – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau kesiapan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sumbung, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (19/7). Kunjungan ini dilakukan menjelang peluncuran nasional KDMP oleh Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan pada Senin (21/7).

KDMP Sumbung menjadi salah satu percontohan koperasi desa yang tengah dikembangkan secara masif oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan.

Ket. Foto: Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi — Sumber: antara foto

Sekretaris KDMP Sumbung, Nunik Dwi Rianingsih, mengungkapkan bahwa inisiatif ini disambut antusias oleh warga.

“Sebelumnya di desa kami belum ada koperasi. Sekarang kami punya harapan baru untuk meningkatkan kesejahteraan bersama melalui KDMP,” ungkapnya.

Saat ini KDMP Sumbung telah memiliki 247 anggota dari target 1.000 kepala keluarga (KK) yang akan dilibatkan dalam koperasi. Beragam unit layanan telah disiapkan, antara lain agen layanan mandiri, logistik Pos Indonesia, apotek Kimia Farma, klinik kesehatan, penyediaan pakan ternak, distribusi pupuk, hingga penyedia kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibanding pasar umum.

Selain itu, KDMP juga membuka ruang bagi produk-produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal, seperti gerai milik Tim Penggerak PKK yang memasarkan berbagai produk olahan susu, termasuk sabun susu, stik susu, kerupuk susu, dan nugget susu.

Tidak hanya berfokus pada ekonomi, KDMP Sumbung turut mengelola aset desa berupa Lapangan Songgo Langit yang kini dikembangkan sebagai ruang publik dan destinasi wisata, bekerja sama dengan PT Lestarindo.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan KDMP merupakan bagian dari strategi besar Pemprov Jateng untuk membangun desa dari bawah. “KDMP bukan koperasi biasa. Ini adalah lokomotif pembangunan yang mengangkat potensi desa dan mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Hingga pertengahan 2025, sebanyak 8.523 KDMP di Jawa Tengah telah memiliki badan hukum dan aktif menjalankan unit usaha sesuai potensi lokal masing-masing desa.

Kehadiran KDMP Sumbung menjadi representasi wajah baru ekonomi kerakyatan di Jawa Tengah—mengintegrasikan layanan dasar, pemberdayaan UMKM, dan pengelolaan aset desa untuk mempercepat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.