Pasar Menggeliat! IHSG Tembus 7.300, Optimisme Kembali?
Jumat, 18 Jul 2025, 19:47 WIBJAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali ditutup menguat pada akhir perdagangan, Jumat (18/7), naik 24,89 poin atau 0,34 persen ke level 7.311,91.
Total volume transaksi IHSG, akhir pekan, mencapai 31,01 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp16,68 triliun. Tercatat 284 saham menguat, 324 saham melemah, dan 197 saham stagnan.
Secara sektoral, penguatan IHSG ditopang oleh indeks sektor teknologi yang melonjak 4,55 persen. Kemudian disusul sektor infrastruktur naik 3,23 persen dan sektor kesehatan naik 1,39 persen. Sebaliknya, sektor transportasi dan logistik mencatatkan pelemahan terdalam sebesar 1,28 persen. Disusul sektor barang konsumsi non-primer turun 1,22 persen dan sektor properti serta real estat melemah 0,86 persen.
Meski demikian, dalam analisanya di Jakarta, Jumat (18/7), Tim Riset Phintraco Sekuritas memproyeksikan adanya potensi pullback IHSG ke rentang 7.225-7.300 pada pekan depan.
IHSG sempat menyentuh level tertingginya di 7.400 atau naik 1,55 persen pada sesi perdagangan Jumat. Namun, aksi ambil untung (profit taking) menekan penguatan indeks hingga menurun di level penutupan.
Euforia pasar terhadap sentimen positif seperti optimisme hasil perundingan tarif dagang AS serta pemangkasan suku bunga BI masih mendorong penguatan IHSG.
"Selain itu kenaikan ini juga didorong oleh kenaikan saham-saham konglomerasi yang masih menunjukkan penguatan yang mulai terbatas," tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas.
Kemudian dari sisi eksternal, pasar turut mencermati sejumlah data global, termasuk inflasi Jepang yang turun ke 3,3 persen secara tahunan (yoy) pada Juni, dari 3,5 persen pada Mei.
Ini merupakan level inflasi terendah sejak Desember 2024, didorong oleh penurunan harga energi. Inflasi inti Jepang juga turun menjadi 3,3 persen (yoy) dari 3,7 persen, masih jauh dari target Bank of Japan (BoJ) di kisaran 2 persen.
Dari Amerika Serikat (AS), pelaku pasar menanti rilis data building permit preliminary yang diproyeksikan turun ke 1,390 juta dari 1,394 juta. Adapun data housing starts diperkirakan naik menjadi 1,30 juta unit dari sebelumnya 1,24 juta pada Mei.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Air Baku Banjarmasin Menyusut hingga 30 Persen, Ini Penyebabnya
-
SAR Lakukan Pencarian Dua Warga yang Hilang akibat Banjir Bandang di Solok
-
Bundesliga Jerman: Schick Kembali Cetak Gol, Leverkusen Tundukkan Leipzig 2-0
-
Carreras Tunjukkan Kualitas, Siap Ganggu Posisi Cucurella di Real Madrid
-
Anggota DPR Masuk Desil 4 di DTSEN, Mensos: Belum Pernah Terima Bansos
-
Eropa Siapkan Perang Lawan Russia hingga 2030, Menlu Lavrov Beri Peringatan
-
Menhub : Tidak Ada Kompromi untuk Keselamatan Pelayaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.