Google Cloud Luncurkan Pusat Operasi Keamanan Siber di Indonesia
Jumat, 18 Jul 2025, 07:28 WIBJAKARTA - Google Cloud, layanan komputasi awan yang ditawarkan oleh Google, meluncurkan Pusat Operasi Keamanan (Security Operations Center/SOC), yaitu Data Region Operasi Keamanan Google Cloud sebagai bentuk komitmennya di Indonesia. SOC itu dihosting sebagai pusat data mereka di Jakarta.
âItu adalah komitmen kami Google Cloud terhadap pentingnya ketahanan siber (di Indonesia),â kata ountry Director Indonesia, Google Cloud, Fanly Tanto, di Jakarta, Kamis (17/7).
Data region tersebut memungkinkan lebih banyak organisasi di Indonesia, termasuk lembaga pemerintah dan perusahaan industri untuk dapat memanfaatkan platform Operasi Keamanan Google yang didukung oleh AI dan berbasis intelijen, sambil tetap mematuhi persyaratan lokal terkait residensi data mereka.
Fanly mengatakan bahwa pihaknya juga melakukan program âIndonesia BERDaiA untuk Keamanan Siberâ--untuk mendukung SOC--yang bekerja sama dengan lima partner untuk melakukan penilaian independen terhadap organisasi terkait upaya keamanan siber.
Setelah penilaian independen tersebut, kata Fanty, pihak Google akan memberikan rekomendasi untuk meningkatkan postur keamanan terhadap organisasi tersebut, dan melakukan edukasi terkait tenaga kerja untuk mengatasi âtalent gapâ di area keamanan siber.
Fanty pun menegaskan dengan peluncuran SOC di Indonesia, maka data-data yang akan digunakan untuk meningkatkan keamanan siber perusahaan akan tetap berada di Indonesia.
âIni untuk yang regulated companies dan enterprises yang memang sangat ketat karena ingin datanya hanya berada di Indonesia, kami (dapat) memenuhi hal tersebut,â ujar Fanty.
Pada kesempatan yang sama, Solution Consultant, Security, Indonesia, dari Google Cloud, Marcel Judodihardjo, mengatakan bahwa pihaknya sudah beberapa kali bekerja sama dengan pemerintah terkait keamanan siber, contohnya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Marcel kembali menegaskan bahwa peluncuran platform SOC tersebut memang untuk dipakai untuk organisasi yang punya peraturan yang lebih ketat, seperti industri keuangan yang mengharuskan bahwa data yang disimpan harus berada di wilayah Indonesia.
Marcel melanjutkan, saat ini sudah ada sekitar 20 organisasi, baik pemerintah dan swasta, yang sudah mulai menggunakan platform SOC tersebut.
Dia pun berharap agar semakin banyak organisasi yang menghadapi tantangan keamanan siber untuk bisa bekerja sama dengan Google, menambahkan bahwa pihaknya tidak hanya melakukan bisnis tetapi juga membantu agar masyarakat Indonesia tetap aman.
Menurut Marcel, keunikan dari program Indonesia BERDaiA yang mendukung platform SOC tersebut adalah kemampuan mereka untuk membawa tim keamanan siber Google untuk melatih dan menceritakan langsung pengalaman mereka terkait keamanan siber kepada calon-calon tenaga kerja untuk keamanan siber.
Melalui kemitraan Google Cloud tersebut, Bisnis Amerika Serikat untuk Indonesia (BISA) -- sebuah inisiatif oleh Dewan Bisnis AS-ASEAN (USABC) dan Kedubes AS yang menyoroti kontribusi dan komitmen bisnis AS di Indonesia di berbagai sektor -- bertujuan untuk mendukung transformasi digital dan adopsi AI canggih dalam operasi keamanan modern di seluruh Indonesia.
- Google Cloud
- Keamanan Siber
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Keamanan Pembayaran Digital Menghadapi Ancaman AI hingga Komputasi Kuantum
-
Militer Yaman Berjibaku Rebut Kembali Pesisir Laut Merah dari Houthi
-
Athletic Butuh Kecepatan Hadapi Ketajaman Barcelona
-
Antisipasi Banjir Hingga Kebakaran, DPRD DKI Usul Pembentukan Satgas Mitigasi Bencana
-
Polisi Tangkap Delapan Pemuda Bawa Senjata Tajam di Jembatan Lalove
-
Jabar Terapkan PJJ Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Sekolah Diminta Hentikan Aktivitas Luar Ruangan
-
Petugas Perlu Menyisir Hutan Terbakar Guna Menemukan Binatang Dilindungi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.