BMKG Ingatkan Masyarakat di Barat Selatan Aceh Agar Waspadai Hujan Lebat Disertai Angin Kencang dalam Dua Hari ke Depan
Senin, 14 Jul 2025, 16:45 WIBMEULABOH - Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat yang berdomisili di wilayah pantai barat selatan Aceh, agar mewaspadai potensi hujan lebat disertai angin kencang dalam dua hari ke depan.
âBerdasarkan pengamatan citra satelit, potensi hujan yang sudah terjadi sejak dua hari belakangan ini di wilayah pantai barat selatan Aceh karena adanya pola siklonik di wilayah barat daya Samudera Hindia,â kata prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Aceh, Gilang Yusuf, Senin (14/7).
Akibat pola siklonik tersebut, kata Gilang, menyebabkan terjadi penumpukan massa udara di wilayah sekitar Aceh, sehingga menyebabkan pembentukan awan hujan diantaranya seperti awan cumulonimbus atau nimbostratus atau sejenisnya.
Awan siklonik merupakan awan yang terkait dengan sistem tekanan rendah, seperti siklon tropis. Ada beberapa jenis awan yang sering dikaitkan dengan siklonik, termasuk awan cumulonimbus, nimbostratus, altostratus, altocumulus, dan cirrus.
Awan cumulonimbus merupakan awan ini sangat besar dan tebal, sering kali mencapai ketinggian yang sangat tinggi dan mampu menyebabkan cuaca ekstrem seperti hujan deras, petir, dan bahkan angin puting beliung hingga tornado.
Sedangkan awan nimbostratus merupakan awan hujan atau awan mendung, berwarna abu-abu merata, dan sering muncul beberapa waktu sebelum hujan turun.
Gilang menjelaskan pola siklonik yang saat ini terjadi di wilayah pantai barat selatan Aceh merupakan awan yang baru saja âmatangâ, sehingga potensi hujan ringan, sedang hingga lebat diprakirakan dapat terjadi hingga Rabu, 16 Juli 2025 mendatang.
Ada pun potensi hujan tersebut dapat terjadi pada pagi hingga malam hari, atau dapat terjadi pada dini hari maupun di sepanjang hari.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar dapat menjauhi wilayah pinggiran sungai, tebing gunung atau daerah yang banyak pepohonan karena pola siklonik yang terjadi saat ini, dapat mengakibatkan meluapnya aliran sungai serta terjadinya angin kencang, sehingga berpotensi terjadinya bencana alam seperti pohon tumbang atau bencana alam lainnya, demikian Gilang Yusuf.
Berita Terkait:
-
Jembatan Duplikasi Krueng Tingkeum Aceh Beroperasi Penuh, Akses Jalintim Sumatra Pulih
-
Como vs RB Leipzig: Tim Debutan Liga Champions Tantang Semifinalis 2020
-
Banjir 6 Hari Nonstop Terjang Gayo Lues, Jembatan Aih Bobo Ambruk - KemenPU Turun Tangan
-
BMKG Prakirakan Sejumlah Kota di Indonesia Berpotensi Hujan pada Kamis Ini
-
Kebakaran Hutan dan Lahan di Muara Enim Belum Padam, Asap Tebal Selimuti Desa Teluk Limau.
-
Mulai Oktober! Usia 17 Tahun Kini Bisa Buka Rekening BRI, Apa Syaratnya?
-
BMKG Ungkap Bali Sudah 123 Hari Tanpa Hujan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.