Foto: Dukung Kebijakan Publik Berbasis Data, Cendekiawan Indonesia Dirikan Think Tank Prasasti

Board Advisor Prasasti Center for Policy Studies Burhanuddin Abdullah (tengah) bersama Board of Trustees Jimly Asshiddiqie (kedua kanan) Policy and Program Director Piter Abdullah (kanan) Research Director Gundy Cahyadi (kiri) dan Executive Director Nila Marita (kedua kiri) memberikan keterangan pers usai peluncuran Prasasti Center for Policy Studies, Jakarta, Senin (30/6). Lembaga think-thank Prasasti Center for Policy Studies atau Prasasti telah resmi diluncurkan Prasasti hadir sebagai lembaga independen berbasis data untuk memberikan masukan objektif terkait kebijakan pemerintah dan Prasasti akan menjadi lembaga yang fleksibel dalam menyampaikan penilaian terhadap kebijakan pemerintah, dengan kajian berbasis sains dan data.

Board Advisor Prasasti Center for Policy Studies Burhanuddin Abdullah (kanan) bersama Board of Trustees Jimly Asshiddiqie (tengah) Policy and Program Director Piter Abdullah (kanan) memberikan keterangan pers usai peluncuran Prasasti Center for Policy Studies, Jakarta, Senin (30/6). Lembaga think-thank Prasasti Center for Policy Studies atau Prasasti telah resmi diluncurkan Prasasti hadir sebagai lembaga independen berbasis data untuk memberikan masukan objektif terkait kebijakan pemerintah dan Prasasti akan menjadi lembaga yang fleksibel dalam menyampaikan penilaian terhadap kebijakan pemerintah, dengan kajian berbasis sains dan data.

Board Advisor Prasasti Center for Policy Studies Burhanuddin Abdullah (kanan) bersama Board of Trustees Jimly Asshiddiqie (tengah) Policy and Program Director Piter Abdullah (kanan) memberikan keterangan pers usai peluncuran Prasasti Center for Policy Studies, Jakarta, Senin (30/6). Lembaga think-thank Prasasti Center for Policy Studies atau Prasasti telah resmi diluncurkan Prasasti hadir sebagai lembaga independen berbasis data untuk memberikan masukan objektif terkait kebijakan pemerintah dan Prasasti akan menjadi lembaga yang fleksibel dalam menyampaikan penilaian terhadap kebijakan pemerintah, dengan kajian berbasis sains dan data.

Prasasti Center for Policy Studies (Prasasti) - lembaga think tank independen yang diprakarsai beberapa cendekiawan Indonesia, hari ini (30/6), resmi diluncurkan. Sejumlah pemikir bangsa yang turut membidani lahirnya Prasasti, antara lain Burhanuddin Abdullah, Hashim Djojohadikusumo, Jimly Asshiddiqie, Gandi Sulistiyanto, Ilya Avianti dan sejumlah nama besar lain di jajaran Board of Trustees serta Board of Experts Prasasti (daftar terlampir). Lembaga think tank ini hadir untuk menjadi jembatan antara industri, pemerintah, serta masyarakat sipil, termasuk petani dan nelayan.“Di tengah perubahan dunia yang begitu cepat, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik, bangsa yang unggul adalah bangsa yang tidak sekadar bereaksi, tetapi mampu menangkap dan merealisasikan peluang berdasarkan ilmu pengetahuan, pengalaman, dan visi jangka panjang. Indonesia membutuhkan lebih banyak mitra dialog strategis yang dapat memberikan masukan dalam merumuskan kebijakan yang implementatif dan berdampak nyata bagi masa depan,” ujar Burhanuddin Abdullah, anggota Board of Advisors Prasasti, saat menyampaikan sambutannya di acara peluncuran di Jakarta.Indonesia hanya memiliki sekitar 37 lembaga think tank. Sangat jauh dibandingkan dengan Amerika Serikat (lebih dari 2.000), India (sekitar 600), Cina (sekitar 1.400), bahkan Vietnam (sekitar 180). Padahal, think tank punya peranan penting dalam menjembatani kebijakan publik.

Doc. Foto: Koran Jakarta/Wahyu AP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.