Pembangunan Betang Rumah Adat Suku Dayak oleh Warga Tualan Hulu

Senin, 30 Jun 2025, 22:55 WIB

Sampit - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah mengapresiasi inisiatif masyarakat di Kecamatan Tualan Hulu yang membangun betang atau rumah adat suku Dayak sebagai wujud nyata dalam pelestarian budaya.

“Inisiatif ini sangat bagus dalam rangka pelestarian budaya daerah, apalagi saat ini di Kotim hanya memiliki satu rumah betang yaitu Rumah Betang Tumbang Gagu di Kecamatan Antang Kalang yang umurnya sudah ratusan tahun,” kata Kepala Disbudpar Kotim Bima Ekawardhana di Sampit, Senin.

Ket. Foto: Pemasangan tiang utama pembangunan betang atau rumah adat suku Dayak di Kecamatan Tualan Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Sabtu (28/6/2025). — Sumber: Antara

Ia menjelaskan, betang adalah rumah adat suku Dayak yang ada di Kalimantan. Rumah ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai pusat kehidupan sosial, budaya, dan spiritual bagi masyarakat Dayak.

Namun, sekarang betang sudah sangat jarang ditemukan karena beberapa faktor seperti perubahan gaya hidup masyarakat Dayak, kurangnya perawatan dan pemeliharaan, serta dampak modernisasi dan pembangunan.

Oleh karena itu, pihaknya menyambut gembira inisiatif masyarakat terutama tokoh adat di Kecamatan Tualan Hulu untuk membangun betang, karena dengan begitu masyarakat juga ikut andil dalam pelestarian budaya daerah.

“Jadi, pembangunan betang di Tualan Hulu ini memang keinginan masyarakat setempat, tujuannya untuk dijadikan tempat berkumpul para tokoh di sana atau ketika acara acara keagamaan, ritual adat dan sebagainya bisa menggunakan bangunan tersebut,” ujarnya.

Bima melanjutkan, tujuan masyarakat membangun betang itu pun sejalan dengan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Sebab, bagi masyarakat Dayak rumah betang merupakan simbol kuat dari semangat gotong-royong dan kebersamaan.

Hal ini juga mencerminkan keharmonisan masyarakat di Kotim yang walaupun berbeda agama, ras maupun suku tetapi tetap menjaga kebersamaan, solidaritas dan saling membantu.

Dengan makna yang mendalam dan ciri khas rumah betang di Tualan Hulu juga diharap bisa dikembangkan menjadi salah satu objek wisata di Kotim, seperti Rumah Betang Tumbang Gagu yang mampu mempesona wisatawan dari berbagai negara.

“Karena betang itu simbol warisan budaya, jadi kami berharap ke depannya itu bisa dikembangkan untuk tempat wisata dan ini juga dapat membawa manfaat bagi masyarakat setempat,” ucapnya.

Ia menambahkan, betang di Tualan Hulu tidak termasuk aset pemerintah daerah, karena bangunan itu dibangun oleh masyarakat, kendati demikian, pemerintah daerah tetap membantu untuk anggaran pembangunannya.

Dia juga mendorong perusahaan besar swasta (PBS) yang beroperasi di wilayah setempat turut berkontribusi dalam pembangunan betang yang ditargetkan rampung pada 2026.

Terpisah, Kepala Panitia Pembangunan Betang di Tualan Hulu Anggau menyampaikan dana awal pembangunan Betang diperoleh dari bantuan pemerintah serta kontribusi para pengusaha.

Tepatnya, pembangunan betang ini dilaksanakan di Desa Luwuk Sampit Kecamatan Tualan Hulu. Sebelumnya, pada Sabtu (28/6), pihaknya telah melaksanakan pemasangan tiang utama sebagai tanda dimulainya pembangunan.

Pemasangan tiang utama ini diawali dengan proses adat tampung tawar oleh Damang Kepala Adat dan turut dihadiri Camat Tualan Hulu, Ketua DAD, Mantir Tualan Hulu, Asisten I Setda Kotim, Kepala Disbudpar, perwakilan PBS serta tokoh masyarakat setempat.

“Material sudah kami siapkan sampai tahap pemasangan tiang utama. Proses pemasangan tiang kami lakukan secara tradisional, sesuai adat Dayak di Tualan Hulu. Semoga pembangunan ini berjalan lancar dan sesuai estimasi kami 2026 nanti bisa selesai,” demikian Anggau.

  • sampit
  • Rumah Adat Suku Dayak

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

Berita Terbaru

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.