Foto: Angkatan Puisi Esai Makin Menguat ditengah Gempuran AI

Penggagas puisi esai Denny JA memberikan sambutan pada pembukaan konferensi pers "Lahirnya Angkatan Puisi Esai: Sastra di Era AI & Puisi Esai goes to Germany" yang diselenggarakan di Nomu Kafe, Mahakam, Jakarta Selatan pada Jumat (20/6). Pada kesempatan itu, dua sastrawan, Agus R. Sarjono & Ahmad Gaus AF membahas soal lahirnya Angkatan Puisi Esai serta puisi esai yang akan diperkenalkan secara resmi di hadapan akademisi global pada 5th Conference for Asian Studies di Bonn, Jerman oleh Agus R. Sarjono sebagai pembicara pada September 2025 mendatang.

(Dari kanan) Sastrawan Ahmad Gaus AF dan Agus R. Sarjono saat konferensi pers soal "Lahirnya Angkatan Puisi Esai: Sastra di Era AI & Puisi Esai goes to Germany" yang diselenggarakan di Nomu Kafe, Mahakam, Jakarta Selatan pada Jumat (20/6). Pada kesempatan itu, keduanya membahas soal lahirnya Angkatan Puisi Esai serta puisi esai yang akan diperkenalkan secara resmi di hadapan akademisi global pada 5th Conference for Asian Studies di Bonn, Jerman oleh Agus R. Sarjono sebagai pembicara pada September 2025

Dalam sambutannha, Denny JA menjelaskan bahwa era AI mengubah wajah sastra dunia. Menurut National Endowment 

for the Arts (NEA) di Amerika Serikat, pembaca novel dan cerpen menurun dari 15,2” pada 2012 menjadi 3'1,6/pada 2022. Pembaca puisi menyusut dari 11,74 (2017) ke 9,2”, (2022). Di Indonesia, data LSI Denny JA (2021) mencatat hanya 16x masyarakat membaca satu buku sastra per tahun. Minat baca makin pendek. Narasi teks panjang tergantikan oleh format cepat dan visual. TikTok, YouTube Shorts, serta klip-klip AI menggeser cerita sastra menjadi potongan yang cepat, ringan, dan instan. 

Doc. Foto: Koran Jakarta/Wahyu AP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.