Senegal Hancurkan Inggris 3-1, Catat Kemenangan Bersejarah di City Ground

Rabu, 11 Jun 2025, 16:15 WIB

JAKARTA - Tim nasional Senegal mencatat sejarah dengan menjadi negara Afrika pertama yang berhasil mengalahkan Inggris dalam 22 pertandingan terakhir, usai menaklukkan The Three Lions dengan skor 3-1 dalam laga persahabatan di City Ground, Selasa malam waktu setempat. Gol-gol dari Ismaila Sarr, Habib Diarra, dan Cheikh Sabaly memastikan kemenangan Senegal, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka menjadi 24 pertandingan secara beruntun.

Inggris tampil di bawah standar, dengan hanya empat tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan, sementara Senegal mengancam pertahanan lawan dengan sembilan tembakan ke gawang. Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Inggris dalam empat laga terakhir di bawah manajer anyar mereka, Thomas Tuchel, dan menjadi tamparan menjelang persiapan menuju Piala Dunia.

Ket. Foto: Pertandingan Persahabatan Internasional - Inggris v Senegal - The City Ground, Nottingham, Inggris - 10 Juni 2025 Pelatih Senegal Pape Thiaw sebelum pertandingan — Sumber: Reuters

Harry Kane sempat membuka keunggulan Inggris pada menit ketujuh memanfaatkan bola muntah hasil tembakan Anthony Gordon yang gagal diamankan sempurna oleh kiper Senegal, Edouard Mendy. Namun keunggulan tersebut hanya bertahan hingga menit ke-40 ketika Ismaila Sarr menyamakan kedudukan usai mengecoh Kyle Walker dan menyambar umpan Nicolas Jackson untuk menjebol gawang Dean Henderson.

Masuk babak kedua, Senegal menggandakan keunggulan pada menit ke-62 melalui aksi Habib Diarra yang menyambar bola lepas dan melepaskan tembakan mendatar melewati kaki Henderson. Keunggulan semakin tak terbendung ketika Cheikh Sabaly mencetak gol ketiga pada masa tambahan waktu, sekaligus memicu ejekan dari para suporter Inggris yang hadir di stadion.

“Tidak cukup bagus,” ujar Harry Kane kepada ITV. “Kami memiliki beberapa momen, tetapi dengan atau tanpa bola, segalanya tidak berjalan lancar, kami tidak menemukan tempo yang tepat. Kami telah kehilangan sifat agresif yang kami miliki.”

Kekalahan ini terjadi meski Inggris melakukan rotasi besar dengan mengganti 10 pemain dari skuad yang menang 1-0 atas Andorra dalam laga kualifikasi Piala Dunia sebelumnya. Peluang emas sempat hadir lewat Gordon yang gagal memaksimalkan umpan silang Walker di babak pertama, serta upaya Bukayo Saka di akhir pertandingan yang berhasil ditepis oleh Mendy.

“Kami tidak akan panik, tetapi kami tahu kami harus menjadi lebih baik,” lanjut Kane. “Ide-ide baru, ada pemain baru yang masuk ke tim yang belum memiliki pengalaman di level internasional. Ada banyak hal yang harus dilakukan, tetapi tidak ada alasan. Kami harus segera menemukannya, Piala Dunia akan segera tiba, jadi setiap kamp sangat penting saat ini.”

Tuchel juga mengomentari performa timnya yang dianggap tidak cukup agresif dan kehilangan intensitas dalam sebagian besar jalannya pertandingan. Ia menyayangkan dua gol awal yang dinilainya terlalu mudah diberikan kepada lawan, meski sempat melihat respons positif dari pemain Inggris ketika mencoba bangkit setelah tertinggal.

“Hasil yang mengecewakan, tidak yakin apakah mungkin tidak pantas mendapatkan hasil yang lebih baik,” ucap Tuchel. “Namun, lagi-lagi merasa sedikit beku, tidak cukup aktif dalam waktu yang lama dalam pertandingan. Kami kebobolan dua gol pertama, gol yang sangat mudah, yang harus kami lawan dengan lebih baik. Reaksinya bagus setelah kami tertinggal, tiba-tiba lebih aktif, lebih bebas, lebih lancar, lebih agresif terhadap gawang lawan. Kami kemudian memiliki peluang besar untuk menyamakan kedudukan.”

Senegal menunjukkan performa yang solid sepanjang laga, memperlihatkan organisasi pertahanan yang disiplin serta efektivitas dalam memanfaatkan peluang. Kemenangan ini menjadi modal positif bagi tim asuhan Aliou Cissé yang kian percaya diri menghadapi turnamen-turnamen besar ke depan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.