Pertamina Dorong Nelayan Cilacap Manfaatkan Energi Ramah Lingkungan
Rabu, 11 Jun 2025, 16:18 WIBJAKARTA â PT Pertamina Patra Niaga mendorong ribuan nelayan dan petani di wilayah Cilacap, Jawa Tengah, manfaatkan energi ramah lingkungan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/6), mengatakan perusahaan berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.
Hal tersebut diwujudkan melalui tiga program unggulan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di Kabupaten Cilacap yaitu Bu Petra, Pinky Rudal, dan Pepes Sega K Cap. Ketiga program TJSL tersebut dirancang untuk menjawab tantangan perubahan iklim sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Heppy menyampaikan inovasi lingkungan harus menyatu dengan pemberdayaan masyarakat. "Kita tidak hanya menyelamatkan alam, tapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Kita bergerak bersama masyarakat untuk menciptakan solusi nyata yang berdampak ekologis dan ekonomis," ujar Heppy.
Program Bu Petra (Budidaya Perikanan Terintegrasi) binaan Fuel Terminal Lomanis di Desa Sidamukti telah memanfaatkan energi panel surya untuk kincir air dan mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar mesin pencetak pelet ikan.
Sepanjang 2025, Kelompok PUR 123 memanen 263 kilogram ikan. Program itu telah memberikan dampak manfaat kepada 100 orang warga masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Mesin waste to pellet juga mengurangi biaya produksi pakan secara signifikan sambil mengelola limbah plastik rumah tangga menjadi energi produktif.
Di sektor pertanian, Pinky Rudal (Pengering Padi Siasat Perubahan Iklim) binaan Fuel Terminal Maos membantu ratusan petani Kelompok Kawista dengan alat pengering padi berbasis energi terbarukan. Alat itu mengurangi waktu pengeringan dari tiga hari menjadi beberapa jam, meningkatkan kualitas gabah, dan menjawab tantangan perubahan iklim akibat curah hujan tinggi yang tidak menentu.
Dampaknya terasa langsung dalam peningkatan harga jual dan penurunan tingkat kerugian hasil panen. Sementara, Integrated Terminal Cilacap mengembangkan program Pepes Sega K Cap, yang telah mengolah 13,5 ton ikan rucah menjadi pelet ramah lingkungan sejak program berjalan.
Inovasi Senopati mampu mempersingkat proses sortir ikan dan sampah dari 3 jam menjadi 1 jam, sementara alat Sega Raharja menghemat hingga Rp1.160.000 per bulan dalam biaya pakan nelayan. Dari total 980 nelayan di Kelurahan Kutawaru, program itu mulai mengalirkan manfaatnya kepada komunitas pesisir yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Selain itu, 135 kilogram mikroalga telah diolah menjadi bahan campuran pelet, menambah nilai ekonomis dari potensi lokal yang sebelumnya tak termanfaatkan. "Bukan hanya narasi tentang peningkatan kualitas lingkungan, namun program ini membuktikan bahwa pembangunan keberlanjutan harus dibangun dari bawah bersama masyarakat," sebut Heppy.
- PT Pertamina Patra Niaga
- Nelayan Cilacap
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Update Cuaca Jakarta Jumat: Seluruh Kota Diprediksi BMKG Berawan Tebal hingga Hujan Ringan
-
Masyarakat Adat Wehea Secara Intensif Menjaga Hutan Selama Kemarau Panjang
-
Art Jakarta 2026 Dibuka! 75 Galeri Seni dari Indonesia hingga Asia Ramaikan JIExpo Kemayoran
-
Alcaraz Atasi Masalah Servis, Singkirkan Michelsen di Babak Pertama Japan Open
-
Sawah 120 Hektar di Jatim Terancam Kekeringan, Menteri PU Turunkan 13 Pompa Darurat!
-
ASN di Kepulauan Riau Bisa Cicil Rumah Subsidi hingga 40 Tahun
-
Dompet Dhuafa dan Chubb Life Beri Literasi Keuangan untuk 40 Pegiat UMKM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.