Penyaluran Bibit Jagung di Gorontalo: Kunci Peningkatan Ekonomi Petani Lokal
Senin, 26 Mei 2025, 08:20 WIBGORONTALO - Pengawasan ketat dari Kepolisian Sektor Kabila Bone, Bone Bolango, ditambah potensi ekonomi jagung yang kuat, diharapkan kelak mampu mengangkat kesejahteraan petani di Gorontalo. Upaya ini menjadi contoh sinergi pemerintah dalam memastikan program bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Jagat pertanian Gorontalo kembali bergeliat dengan distribusi bibit jagung dari Kementerian Pertanian. Polri turut mengawal ketat penyaluran ini, bukan sekadar memastikan bantuan sampai ke tangan petani, melainkan juga menyoroti potensi besar jagung sebagai komoditas utama pendorong ekonomi lokal.
Kapolsek Kabila Bone, Ipda Andi Rustan, menjelaskan bahwa pengawalan bukan hanya saat penyaluran, melainkan berlanjut hingga panen. "Kami pastikan bibit dimanfaatkan sebagaimana mestinya, bukan disalahgunakan atau dijual kembali," ujarnya. Fokus utamanya adalah memantau lahan dan berkoordinasi dengan penyuluh serta kelompok tani untuk memastikan produktivitas.
Pemilihan jagung sebagai bibit bantuan bukan tanpa alasan. Dr. Ir. Budi Santoso, M.Agr., seorang ahli pertanian dari Universitas Gadjah Mada, pun menjelaskan, "Jagung memiliki karakteristik yang sangat cocok untuk ditanam di Gorontalo. Topografi dan iklimnya mendukung pertumbuhan optimal jagung, menjadikannya komoditas yang relatif mudah dibudidayakan dengan hasil panen yang menjanjikan." Ia menambahkan bahwa jagung juga memiliki nilai ekonomi tinggi, baik untuk pakan ternak maupun bahan pangan olahan, sehingga potensi pasarnya luas.
Lebih lanjut, Ibu Siti Aminah, seorang petani jagung senior di Bone Bolango, mengungkapkan kegembiraannya. "Jagung selalu jadi andalan kami. Harga jualnya stabil, dan perawatannya tidak terlalu rumit. Dengan bantuan bibit unggul ini, kami berharap panen bisa lebih melimpah dan penghasilan keluarga juga meningkat," katanya dengan senyum.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Yuniar Dwi Setiawati
Berita Terkait:
-
Pemkab Bekasi Bentuk FKDM, Potensi Kerawanan Sosial Dipantau Sejak Dini
-
Pemerintah Perlu Percepat Rekonsiliasi Konflik Jayawijaya
-
Defisit USD 4,76 Miliar Jadi Sorotan, Indonesia dan Australia Mulai Reviu IA-CEPA
-
Marinir TNI AL Tampilkan Peluncur Roket MLRS Vampire pada ajang SGS
-
Peternak Unggas Mikro Tak Lagi Cemas? Bapanas Tambah 150 Ribu Ton SPHP
-
Festival Kopi Dieng Jadi Etalase Baru, Potensi Kopi Banjarnegara Makin Terangkat
-
Kekeringan Mengancam, Produktivitas Tanaman Bisa Merosot
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.