Pakistan dan India Mengonfirmasi Gencatan Senjata di Sosmed Donald Trump, Wilayah Udara Dibuka Kembali

Sabtu, 10 Mei 2025, 20:58 WIB

ISLAMABAD - Pakistan maupun India pada Sabtu (10/5) mengonfirmasi berita gencatan senjata setelah diumumkan oleh presiden AS Donald Trump di platform Truth Social miliknya.

Dilansir dari Al Jazeera, Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar mengatakan kepada penyiar Geo news pada hari Sabtu bahwa Pakistan dan India telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata "penuh" dan "tidak parsial", seraya menambahkan bahwa tiga lusin negara terlibat dalam diplomasi yang mengamankannya.

Ket. Foto: Kedua belah pihak akan menghentikan semua pertempuran dan aksi militer di darat, udara, dan laut mulai pukul 17.00 waktu India hari ini. — Sumber: Istimewa

Dar juga mengatakan kepada Geo news bahwa Arab Saudi dan Turki memainkan peran penting dalam memfasilitasi kesepakatan yang pertama kali diumumkan oleh Trump. 


India konfirmasi gencatan senjata dimulai pukul 5 sore waktu setempat. Dalam konferensi pers yang sangat singkat, India juga mengonfirmasi gencatan senjata segera.

Menteri Luar Negeri India Vikram Misri mengatakan:

Direktur Jenderal Operasi Militer Pakistan menelepon Direktur Jenderal Operasi Militer India pada pukul 15.35 sore tadi. Mereka sepakat bahwa kedua belah pihak akan menghentikan semua pertempuran dan aksi militer di darat, udara, dan laut mulai pukul 17.00 waktu India hari ini.

Wilayah udara Pakistan dibuka kembali
Wilayah udara Pakistan telah dibuka kembali sepenuhnya untuk semua jenis penerbangan menurut otoritas bandara Pakistan (APA).

Pemberitahuan di situs web APA berbunyi: “Semua bandara di seluruh negeri tersedia untuk operasi penerbangan normal.

Penumpang diimbau untuk menghubungi maskapai penerbangan masing-masing untuk mendapatkan informasi jadwal penerbangan terkini.”

APA mengatakan sebelumnya hari ini bahwa wilayah udara Pakistan akan ditutup selama 24 jam.

Sebelumnya, Menteri luar negeri Saudi Faisal bin Farhan telah memanggil mitranya dari India dan Pakistan untuk menawarkan jasa kerajaan sebagai mediator antara kedua negara bersenjata nuklir tersebut.

Dia mengatakan dalam sebuah pernyataan:
Selama panggilan telepon, diskusi difokuskan pada upaya untuk mengakhiri bentrokan militer yang sedang berlangsung.
Ia menggarisbawahi “komitmen kerajaan terhadap keamanan dan stabilitas regional, serta hubungan yang dekat dan seimbang dengan kedua negara sahabat”.
Riyadh telah berupaya meredakan ketegangan yang meningkat menjelang bentrokan minggu ini, dengan mengumumkan pada tanggal 25 April bahwa mereka telah “mengambil langkah-langkah untuk menghindari eskalasi”.

  • Konflik Kashmir

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.