Bima Arya Ajak Para Wali Kota Libatkan Anak Muda Jadi Motor Penggerak Pembangunan Daerah
Rabu, 07 Mei 2025, 17:30 WIBJakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengajak para wali kota untuk mengoptimalkan peran anak muda dalam membangun daerah karena mereka memiliki potensi, semangat, dan energi besar yang dapat membantu pemerintah dalam membangun inovasi dan meningkatkan layanan publik.
Bima mencontohkan saat menjabat sebagai Wali Kota Bogor, dirinya menjumpai sekelompok anak muda yang menginisiasi gerakan pengelolaan sampah. Inisiatif tersebut berhasil menginspirasi masyarakat setempat sehingga saat itu Kota Bogor bersih dari sampah.
"Jadi, masalah sampah, masalah lingkungan itu juga bisa dilakukan oleh kita semua," kata Bima saat menjadi narasumber pada acara Youth City Changers Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Bincang Muda I bertema "Terpanggil untuk Negeri" di Alun-Alun Kota Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/5).
Pada pertemuan tersebut, Bima juga mendorong anak muda untuk dapat menyeimbangkan perannya dalam menjalani kehidupan, di antaranya peran intelektual seperti membaca, bergaul melalui organisasi, hingga menjalani hidup penuh cinta.
Dengan keseimbangan tersebut, Bima percaya anak muda akan dapat mengembangkan potensinya dengan baik.
"Hidup itu harus seimbang sehingga kita punya perspektif yang kaya gitu ya, yang bisa mengasah antara rasionalitas dengan empati. Pemimpin-pemimpin yang saat ini berhasil, menurut saya, ya karena mereka punya perspektif yang luas. Jadi, punya wisdom, punya kebijaksanaan," ujarnya.
Di sisi lain, pada forum tersebut, Wamendagri Bima Arya mengapresiasi Pemerintah Kota Surabaya yang telah melakukan berbagai upaya sehingga kota tersebut bersih dari sampah. Apalagi, kesadaran untuk menjaga kebersihan juga telah dimiliki para pihak, khususnya masyarakat setempat.
"Surabaya ini adalah salah satu kota yang menurut saya termasuk paling maju di Indonesia dalam urusan (pengelolaan) sampah dan kebersihan," ujar Bima.
Wamendagri akan merekomendasikan Kota Surabaya menjadi destinasi dalam kegiatan studi banding bagi para wali kota di dunia.
Menurutnya, para wali kota di dunia layak belajar dari keberhasilan Pemerintah Kota Surabaya dalam mengelola kota dengan baik.
Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal, dan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.
Berita Terkait:
-
Youth Today, Leaders Tomorrow: BI dan Pemprov DKI Bentuk 500 Pemimpin Muda Jakarta
-
Taipan Terkaya Afrika Buka IPO Kilang Minyak, Target Raup Rp1,6 Miliar dan Ajak 10 Juta Orang Jadi Pemegang Saham
-
BPS Catat Australia Jadi Tujuan Utama Ekspor Papua Juli 2026
-
JEF 2026 Dirancang BI DKI Jadi Ajang Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif
-
Dinkes: Lima Puskesmas Telah Miliki Layanan Rawat Inap di Kota Palembang
-
Kemenperin Dorong Industri di Kalimantan Naik Kelas
-
Kebakaran di kawasan pendakian Semeru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.