Foto: Dampak Kebijakan Tarif Resiprokal AS, Sebanyak 3.840 Produk RI Terancam

Ketua Komisi XI DPR M. Misbakhun (kanan), Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto (kiri), dan Ekonom Senior Indef/Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo (tengah) menjadi pembcara dalam Diskusi Dialektika Demokrasi di Ruang PPIP, Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (24/4). Diskusi membahas tema “Kebijakan Tarif Resiprokal AS, Apa Dampak Ekonomi dan Politik Bagi Indonesia dan Bagaimana Solusinya ?”.

Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Dradjad Wibowo, mengingatkan bahwa Indonesia perlu menyusun kebijakan yang matang dalam merespons kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS). 

Menurut Darmadi, ada 3.840 produk Indonesia yang selama ini menikmati tarif 0% ke AS. Dan, bila tarif tersebut kembali dikenakan, maka dampaknya luar biasa dan bukan hanya gulung tikar, tapi bakal menambah jumlah pengangguran.

Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan bahwa kebijakan tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS) harus dijadikan momen bagi Indonesia untuk memperkuat kedaulatan nasional, bukan justru menimbulkan kepanikan.  Misbakhun menilai Indonesia sebagai bangsa besar yang sedang "naik kelas" tidak boleh gentar menghadapi tekanan dari negara manapun, termasuk AS.

Doc. Foto: Koran Jakarta/M. Fachri

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.