Hadapi Tantangan 2025, Berikut Lima Jurus BNI
Jumat, 03 Jan 2025, 19:07 WIBJAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI optimistis dalam membuka lembaran baru 2025 dengan menjaga pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan. Peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan transaksi dana murah menjadi salah satu fokus utama tahun ini.
Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengatakan, tantangan likuiditas perbankan perlu diantisipasi dengan strategi bisnis yang terukur guna menjaga pertumbuhan kinerja BNI tahun ini.
"Tantangan ke depan dari ketidakpastian global menyebabkan tekanan nilai tukar rupiah dan likuiditas. BNI telah menyiapkan sejumlah strategi dalam menghadapi tantangan tersebut, salah satunya dengan meningkatkan dana murah lewat ekspansi digital perbankan,â kata Royke dalam siaran pers, Jumat (3/1).
Royke menyampaikan, ada lima fokus utama yang harus BNI optimalkan tahun ini diantaranya Transformasi Kantor Cabang, Transformasi Human Capital atau meningkatkan produktivitas pegawai, pertumbuhan DPK khususnya tabungan dari transaksi, memperkuat ekosistem digital dalam meningkatkan CASA dan fee based income, serta melanjutkan perbaikan kualitas kredit.
âDiperlukan kolaborasi yang tinggi untuk mencapai tujuan tersebut,â tutur Royke.
BNI terus berupaya meningkatkan kinerja bank secara berkelanjutan serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Royke mengatakan, rencana strategis perseroan 2025 akan selaras dengan sasaran pembangunan nasional dan aspirasi pemegang saham diantaranya peningkatan kinerja melalui upaya strategis customer centric khususnya segmen Korporasi dan Konsumer, peningkatan jaringan internasional secara selektif, serta meningkatkan green financing.
Selain itu, peningkatan efisiensi dan efektivitas melalui digitalisasi proses bisnis termasuk penggunaan mobile banking juga menjadi fokus utama tahun ini.
âMelalui wondr by BNI dan BNIdirect serta seluruh ekosistem digital BNI, diharapkan akan mendorong pertumbuhan CASA dan transaksi, sehingga dapat menopang kinerja ke depan,â ujar dia.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Mohammad Zaki Alatas
Berita Terkait:
-
Karhutla Awal September di Taman Nasional Tambora Berdampak Sekitar 834 Hektare
-
KBM Depok Kembali Normal Usai PJJ akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Tipis Terbawa Angin hingga Pesisir Banten
-
Sleman Menjadi Tuan Rumah Festival Kesenian Yogyakarta 2026
-
Dari Pembatas Jalan Jadi Kebun Edukasi, Median Jalan Bomang Bogor Disulap TNI Jadi Eduwisata
-
Pedagang Menjerit Sepi, Pemkot Jayapura Ambil Alih dan Gelar Penataan Darurat Pasar Mama-Mama
-
Trump Kirim 2 Utusan ke Rusia dan Ukraina, Bawa Proposal untuk Akhiri Perang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.