- Home
-
- Megapolitan
-
- Pemkot Tangerang Normalisa...
Pemkot Tangerang Normalisasi Drainase di Lokasi Rawan Banjir
Sabtu, 23 Nov 2024, 08:10 WIBTANGERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), melakukan normalisasi sejumlah drainase di wilayah yang masuk dalam lokasi rawan banjir saat hujan deras.
Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni di Tangerang, Sabtu (23/11), mengatakan, lokasi drainase yang dilakukan normalisasi antara lain di Jalan H Mean Paninggilan Utara, Jalan M Yamin Babakan, Jalan Pondok Kacang Parung Serab, Jalan A Yani Sukarasa, Jalan MH Tamrin Cikokol, dan Jalan M Toha Pasar Baru Karawaci.
"Kami menargetkan semua saluran drainase dapat difungsikan secara optimal, sehingga dapat memastikan air hujan bisa mengalir dengan lancar dan tidak menimbulkan genangan khususnya yang berada di sekitar pemukiman," kata dia.
Ia juga menegaskan Pemkot Tangerang terus melakukan pemetaan, pemantauan, sekaligus pemeliharaan infrastruktur drainase sebagai strategi mitigasi bencana selama musim penghujan.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan ketahanan sistem pengendali banjir dalam menghadapi curah hujan tinggi yang mulai melanda Kota Tangerang.
âKami selama ini melakukan monitoring, normalisasi, sampai rehabilitasi drainase secara berkala, ini sangat penting dilakukan sebagai tindakan preventif untuk mengurangi risiko banjir, terutama menyasar kawasan-kawasan yang selama ini tergolong rawan terjadi genangan," katanya.
Selain itu Pemkot Tangerang berharap masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan, mulai dari menjaga kebersihan, pemantauan berkala, sampai kerja bakti sebagai salah satu langkah kolektif mencegah banjir selama musim penghujan.
"Jangan membuang sampah sembarangan dan memastikan saluran air di drainase dapat berjalan dengan baik. Jika ada hambatan bisa disampaikan segera untuk ditangani petugas," katanya.
Kepala Laboratorium Meteorologi STMKG Yosafat Donni Haryanto mengatakan musim hujan di Kota Tangerang terjadi pada Desember 2024Â dan puncaknya pada Februari 2025.
Ia menuturkan masuknya Kota Tangerang dalam masa peralihan karena suhu permukaan laut pada November 2024 menghangat dengan indeks -0.67 atau berarti La Nina Lemah.
Ia mengatakan Kota Tangerang termasuk wilayah yang curah hujannya tinggi lebih dari 300mm/bulan pada Desember dengan status awas. "Namun di November ini masih di bawah 300mm/bulan," katanya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Tangerang Ubaidillah Ansar mengatakan sebanyak 284 personel telah disiagakan untuk penanganan bencana seiring masuknya musim hujan.
âKami memastikan seluruh personel dalam kondisi siap. Intinya kita harus kolaborasi dalam mengatasi penanganan bencana di wilayah agar cepat dan tepat," ujarnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Dinas Tanaman Pangan Cianjur Catat Produksi Padi hingga September Capai 645 Ribu Ton GKG
-
Telkom Bawa Program Numerasi ke 100 Sekolah 3T
-
1.200 Ha Sawah Terdampak Kekeringan di Kabupaten Batang Hari
-
Sultan HB X Dorong Pelatihan Kerja Berbasis Potensi Kelurahan untuk Perluas Peluang Kerja Anak Muda
-
Infantino Tertawakan Isu Pengunduran Diri, Klaim Dukungan Global untuk Kembali Pimpin FIFA
-
Pelajar Buleleng Punya Tugas Baru: Jadi Agen Pencegahan HIV/AIDS
-
Demo Besar-besaran pada Sabtu Mendatang di Prancis Bikin Macron Waspada, Seberapa Besar Risikonya?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.