- Home
-
- Luar Negeri
-
- Xi Jinping Minta BRICS Sus...
Xi Jinping Minta BRICS Susun Strategi Atasi Masalah Dunia
Jumat, 25 Okt 2024, 00:00 WIBBEIJING - Presiden Tiongkok, Xi Jinping, meminta negara-negara anggota BRICS untukmerumuskan strategi dalam mengatasi berbagai masalah global. Xi menyampaikan hal itu dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 BRICS,di Kazan, Russia, Rabu (23/10).
"Kita harus memanfaatkan sepenuhnya KTT ini, menjaga momentum BRICS, mempertimbangkan, dan menyusun strategi kita untuk mengatasi berbagai masalah yang berdampak global, menentukan arah masa depan, dan memiliki signifikansi strategis," kata Xi.
Seperti dikutip dari Antara, BRICS adalah akronim untuk Brasil, Russia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan. KTT di Kazan itu juga dihadiri oleh para pemimpin negara anggota BRICS lainnya seperti Presiden Russia Vladimir Putin, Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, PM Ethiopia Abiy Ahmed, dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Selain itu, hadir pula Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan dan Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Luiz Iecker Vieira yang mewakili Presiden Lula da Silva.
Dalam pidatonya, Xi menyambut anggota-anggota baru BRICS. "Perluasan BRICS merupakan peristiwa penting dalam evolusi politik internasional. Pada KTT ini, BRICS memutuskan untuk mengundang banyak negara sebagai mitra," kata Xi.
Pilihan Penting
Dia menambahkan BRICSdihadapkan pada pilihan-pilihan penting yang akan membentuk masa depan dunia.
"Haruskah kita membiarkan dunia jatuh ke jurang kekacauan dan ketidakteraturan atau haruskah kita berusaha mengembalikannya ke arah perdamaian dan pembangunan?" kata Xi, seraya menyebut novelWhat Is to Be Done? karya???????Nikolay Chernyshevsky.
"Tekad yang tak tergoyahkan dan dorongan yang menggebu-gebu dari karakter utama (novel itu) adalah kemauan keras yang kita butuhkan saat ini," katanya.
Xi menawarkan kerja sama sebagai sarana memperkuat solidaritas di antara negara-negara di belahan bumi selatan. Tiongkok dan Brasil, kata dia, bekerja sama dengan negara-negara lain di selatan untuk memprakarsai kelompok Sahabat Perdamaian untuk mengatasi krisis Ukraina.
Xi mengatakan BRICSharus menegakkan tiga prinsip utama yaitu tidak memperluas medan perang, tidak meningkatkan permusuhan, dan berusaha untuk meredakan situasi dengan cepat.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Komnas Perempuan Minta Pemerintah Libatkan Perempuan dalam Penanganan Karhutla
-
Siti Hasmah Istri Mahathir Mohamad Tutup Usia 100 Tahun, Dimakamkan Secara Kenegaraan
-
Pembangunan Jalan Akses KEK Bitung Selesai! Distribusi Logistik Sulut Makin Lancar
-
MTV Video Music Awards 2026 Siap Digelar, Madonna dan Taylor Swift Bersaing Ketat
-
Dorong Kreativitas, Pemkab Natuna Gelar Lomba Kuliner Berbahan Umbi-umbian Lokal
-
Sengketa RDN Masuk Tahap Mediasi, PT Paramitra Alfa Sekuritas dan Nasabah Menanti Niat Baik BCA.
-
Latihan jelang pertunjukan Home Sweet Loan The Musical
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.