BMKG Ungkap Pemicu Cuaca Terasa Terik di NTB
Kamis, 17 Okt 2024, 12:30 WIBMATARAM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan saat ini Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang berada dalam masa peralihan dari musim kemarau menuju musim hujan.
"Hal itu mengakibatkan cuaca terasa lebih terik daripada biasanya pada siang hari," kata Prakirawan BMKG NTB Bastian Andriano di Mataram, Rabu (16/10).
Bastian mengungkapkan tutupan awan yang sedikit ditambah pergerakan semu matahari saat ini yang berada tepat di sekitar NTB menyebabkan matahari terasa lebih panas.
Menurut perhitungan BMKG, pada 16 Oktober 2024 pukul 16.30 WITA suhu udara Kota Mataram mencapai 31 derajat Celcius dengan cuaca cerah berawan.
"Berdasarkan pantauan kami, suhu udara masih berada pada kategori normal, tidak ada yang bernilai ekstrem," kata Bastian.
Berdasarkan prediksi awal musim hujan 2024/2025 yang dilakukan BMKG, kata dia, wilayah yang pertama kali memasuki musim hujan di NTB adalah Kota Mataram dan sebagian Kabupaten Lombok Barat pada akhir Oktober 2024.
Kemudian berturut-turut ke wilayah lain, kata dia, mulai dari barat ke timur NTB hingga diprediksi semua wilayah memasuki musim hujan pada akhir November 2024.
BMKG mengimbau agar masyarakat senantiasa memperbaharui informasi cuaca dan iklim untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kejadian ekstrem yang dapat merugikan aktivitas masyarakat.
"Waspada periode peralihan terhadap potensi cuaca panas pada siang hari dan hujan lebat serta angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba pada sore atau malam hari," ucap Bastian.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kebakaran Hutan dan Lahan di Muara Enim Belum Padam, Asap Tebal Selimuti Desa Teluk Limau.
-
Korut Makin Berbahaya? Kim Jong Un Janjikan Angkatan Laut Berkekuatan Nuklir
-
Gilitrawangan Tengah Kekeringan, Dicarikan Solusi Permanen
-
Akhirnya Beras Bantuan Diserahkan kepada Ribuan Keluarga di Jaksel
-
Como vs RB Leipzig: Tim Debutan Liga Champions Tantang Semifinalis 2020
-
Pemkot Depok Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh pada 7–8 September
-
Pengunjuk Rasa Desak Korsel Tak Terlibat Perang Melawan Iran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.