Meningkat Signifikan, KAI Daop 1 Jakarta Angkut 2,7 Juta Ton Barang Hingga Triwulan III 2024
Senin, 14 Okt 2024, 00:56 WIBJakarta - Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko menyampaikan bahwa pihaknya melayani jasa angkutan bagi 2,7 juta ton barang selama Januari - September 2024.
Ia menuturkan dalam keterangan di Jakarta, Minggu, angka tersebut meningkat 6,3 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan capaian dalam periode yang sama pada 2023, yakni sebanyak 2,5 juta ton barang.
"Meningkatnya angkutan barang KAI Daop 1 Jakarta pada periode 2024 dikarenakan adanya peningkatan permintaan pangsa pasar terkait angkutan barang di Indonesia. Hal ini langsung dimanfaatkan oleh KAI Daop 1 Jakarta dengan melakukan upaya optimalisasi perjalanan kereta api," ucapnya.
Komoditas yang mengalami peningkatan tertinggi yaitu angkutan Barang Hantaran Paket (BHP), naik 29 persen yoy dari 10.414 ton menjadi 13.434 ton.
Peningkatan juga terjadi pada angkutan peti kemas yang tumbuh 27 persen yoy dari 1.97 juta ton menjadi 2,5 ton. Tren positif dialami pula oleh sejumlah komoditas lainnya, seperti semen dan parsel.
"Kelebihan (layanan angkutan barang) kereta api salah satunya adalah kapasitasnya yang sangat besar. Satu gerbong bisa mengangkut 50 ton atau seukuran 2 truk kontainer," ujar Ixfan.
Ia mengatakan bahwa pihaknya akan terus berinovasi agar dapat meningkatkan volume dan kinerja angkutan barang menggunakan kereta api.
Perseroan juga akan terus mengembangkan sarana dan prasarana angkutan barang serta mencari potensi komoditas dan relasi angkutan barang baru.
Berbagai inovasi layanan angkutan barang yang telah diterapkan sepanjang tahun ini di antaranya penambahan frekuensi kereta api relasi Stasiun Klari - Stasiun Kalimas, angkutan limbah B3 relasi Stasiun Sungailagoa - Stasiun Nambo, dan angkutanflat rackpada gerbong datar.
"Berbagai inovasi dan penambahan komoditas angkutan barang di KAI Daop 1 Jakarta diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut," imbuh Ixfan.
Berita Terkait:
-
Perkuat Pengawasan Muatan Berbahaya, Ditjen Perhubungan Laut Tingkatkan Kompetensi Marine Inspector
-
Pemberdayaan Memerlukan Teknologi Tepat Guna
-
Bye-Bye Macet Horor Jamin Ginting, Bobby Nasution Siapkan Jalur Pintas Medan-Berastagi
-
Terpapar Kabut Asap, Orangutan yang Ditemukan Warga Mati Setelah Alami Gangguan Pernapasan
-
Samsat Sigi: Penerimaan PKB Capai Rp10,7 Miliar Selama Program Insentif
-
Tok! Anggaran KemenPU 2027 Tembus Rp114,59 Triliun, Buat Bangun Apa Aja?
-
Karhutla Mengganas, Ekonomi dan Kesehatan Terancam
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.