Kemenkes: Penggunaan Antibiotik Harus Hati-hati
Jumat, 04 Okt 2024, 19:36 WIBJAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Mohammad Syahril, menyampaikan, penggunaan obat antibiotik harus hati-hati. Hal ini demi menghindari risiko bakteri menjadi resisten atau kebal terhadap antibiotik, sehingga pengobatan dan perawatan pasien menjadi lebih lama dan sulit.
"Salah satu penyebab resistensi obat antibiotik, yaitu pemakaian obat antibiotik yang tidak tepat," ujar Syahril, dalam keterangannya kepada awak media, di Jakarta, Jumat (4/10).
Dia menjelaskan, kondisi tidak tepat sering terjadi ketika asal memberikan obat antibiotik yang asal. Selain itu, soal dosis dan lama pemakian obat masih menjadi masalah. "Contohnya, ada orang yang minum obat antibiotiknya hanya sehari sekali. Padahal, dosis yang seharusnya diminum itu tiga kali sehari. Maka, bakterinya jadi resisten, kebal," jelasnya.
Syahril mengungkapkan, sangat penting bagi masyarakat untuk memerhatikan aturan penggunaan antibiotik. Pasien harus menghabiskan sesuai dosis dan durasi yang telah ditentukan penggunaan obatnya.
Dia meneruskan, pemakaian obat antibiotika ini harus sesuai resep dokter. Dokter juga harus memenuhi persyaratan indikasi dalam memberikan obat antibiotik. "Selain itu, masyarakat pun harus patuh. Kalau dokter memberikan obat antibiotik untuk tiga hari, tentu harus diminum selama durasi tersebut," katanya.
Syahril menerangkan, salah satu kondisi yang bisa terjadi adalah kejadian tuberkulosis yang resisten terhadap berbagai obat atau Multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB). Menurutnya, MDR-TB masih dapat diobati dan disembuhkan menggunakan obat lini kedua yang membutuhkan berbagai macam obat yang mahal.
"Dalam beberapa kasus, resistensi obat yang lebih luas dapat berkembang. MDR-TB ini masih menjadi krisis kesehatan masyarakat global," ucapnya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Pemkot Gelar Gebyar Bandung Utama demi Dekatkan Layanan Publik kepada Warga
-
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 734 Orang, 2.498 Masih Hilang Usai Gletser Runtuh
-
Bikin Heboh! Syahrini Kembali ke Panggung Setelah 7 Tahun Menepi
-
Karhutla Makin Mengkhawatirkan, Papua Barat Kembali Perpanjang Status Darurat
-
2 Bulan Antrean Berular di SPBU, Pertamina Sulawesi Bongkar Biang Kerok dan Gandeng Satgas
-
63 Bendungan Sudah Terbangun, Perlu Dilanjutkan dengan Penguatan Jaringan Irigasi untuk Swasembada Pangan dan Ketahanan Energi
-
Warga Banyumas Mengeluh karena Harga-harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.