- Home
-
- Luar Negeri
-
- Indonesia Perkuat Kemitraa...
Indonesia Perkuat Kemitraan Pembangunan dengan Kepulauan Solomon
Selasa, 24 Sep 2024, 13:17 WIBNEW YORK - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Eksternal Kepulauan Solomon, Hon. Peter Shanel Agovaka, MP di sela-sela Sidang Umum PBB ke-79 di New York.
Menlu Retno mengucapkan selamat atas penunjukan Peter Shannel Agovaka sebagai Menteri Luar Negeri Kepulauan Solomon dan membahas beberapa isu penting untuk mempererat hubungan bilateral.
Dalam pertemuan, Menlu Retno menyampaikan apresiasi atas dukungan Kepulauan Solomon terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Indonesia. Menlu Retno menyampaikan bahwa Indonesia akan terus meningkatkan hubungan dengan kawasan Pasifik, termasuk melaluiMelanesianSpearheadGroup(MSG) danPacificIslandsForum(PIF), khususnya dalam isu- isu yang menjadi kepentingan bersama seperti pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim.
Komitmen Indonesia untuk menjadi mitra pembangunan bagi Pasifik, termasuk Kepulauan Solomon, juga ditekankan kembali. "Indonesia akan terus mendengarkan dan mendukung prioritas pembangunan Kepulauan Solomon," ujar Menlu Retno.
Kedua Menlu juga membahas pentingnya konektivitas, termasuk memanfaatkan Indonesia sebagai hubnegara-negara Pasifik ke dunia internasional. Terkait hal ini, Menlu Agovaka berharap dukungan Pemerintah RI untuk pengembangan jaringan fiber optik guna meningkatkan konektivitas internet di Kepulauan Solomon.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Otorita Perkuat Penanganan Karhutla di IKN
-
Abu Vulkanik Gunung Sinabung Selimuti Kota Berastagi, Aktivitas Masyarakat dan Proses Belajar Mengajar Terganggu
-
Cegah Karhutla, BTN Bunaken Tutup Pendakian Gunung Manado Tua
-
Minuman Cokelat Bernutrisi dengan DHA Hadir untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak Usia Sekolah
-
Saudi Tuding Houthi Targetkan Mekkah, Kemlu RI Imbau WNI Waspada
-
Bukan Balapan Biasa! 150 Motor Pelajar Jambi Diamankan Polisi, Ada Senjata Tajam
-
Tragedi Banjir Nepal-China Makin Parah, 633 Orang Tewas dan 3.000 Masih Hilang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.