Kemenkominfo Akan Latih 1 Juta Talenta Terkait Keamanan Siber
Jumat, 13 Sep 2024, 08:59 WIBJAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan memberikan pelatihan seputar keamanan siber kepada satu juta orang Indonesia melalui akademi daring yang merupakan Program Penguatan Kapabilitas Keamanan Siber.
Dengan memanfaatkan platform Digital Talent Scholarship (DTS) milik Kemenkominfo, akademi daring ini akan berfokus pada pengembangan pengetahuan dasar dan keterampilan praktis dalam keamanan siber bagi individu dan usaha kecil, memastikan mereka lebih siap melindungi diri di dunia yang semakin terdigitalisasi.
"Yang paling penting adalah investasi sumber daya manusia, sebab kebutuhan akan talenta yang terampil dalam bidang keamanan siber semakin signifikan," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi pada peluncuran program tersebut di Media Center Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (13/9).
Inisiatif ini juga akan mendorong dan mengasah kemampuan keamanan siber Indonesia baik bagi para profesional yang sudah ada maupun talenta baru. Hal ini diharapkan dapat menambah jumlah spesialis dalam bidang keamanan siber.
Dalam hal ini, Kemenkominfo menggaet Indosat dan Mastercard sebagai mitra dalam menyelenggarakan pelatihan keamanan siber yang komprehensif.
Peserta program ini nantinya akan memperoleh sertifikasi jika berhasil melewati pelatihan. Adapun pelatihan yang tersedia akan mengasah keterampilan penting yang dibutuhkan dalam ekonomi digital saat ini, seperti cara menginventarisasi perangkat, menguasai pembaruan perangkat lunak dan keamanan daring, melindungi diri dari serangan phishing dan malware, serta mengamankan data bisnis dengan backups.
"Penerima manfaat pelatihan ini tidak hanya berhenti di tingkat dasar, tapi juga mengakses modul dengan level lebih tinggi atau dengan tema-tema yang lebih spesifik," imbuh Budi.
Meskipun tenaga kerja keamanan siber tumbuh sebesar 12,6 persen antara tahun 2022 dan 2023, terdapat kekurangan hampir empat juta profesional keamanan siber di seluruh dunia, ungkapnya.
Di sisi lain jumlah talenta keamanan siber di Asia Pasifik pada tahun 2023 Mengalami pertumbuhan sebesar 11,8 persen atau lebih dari 960 ribu pekerja. Namun, talenta di Asia Pasifik secara umum masih mengalami kekurangan sebanyak 2,5 juta orang.
Sementara itu berdasarkan kajian ketersediaan dan kebutuhan talenta digital Indonesia Tahun 2023 sampai 2030, rata-rata kebutuhan talenta digital Indonesia menyentuh angka 458.043 orang per tahun.
"Program ini sebagai upaya untuk mencetak satu juta talenta digital dalam lima tahun ke depan, dengan target 200 ribu talenta digital per tahun, target utama kami adalah masyarakat luas dan UMKM, pebisnis, atau pelaku usaha," kata Budi Arie.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman
-
Pemkab Sampang Gaspol Tekan Stunting, Kelas Ibu Balita Jadi Strategi Utama
-
Bukan Sekadar Minuman, Industri Kopi Jadi Senjata Baru Perluas Akses Pasar UMKM
-
Menteri Energi AS Sebut Kesepakatan Nuklir dengan Iran Belum Tentu Terwujud
-
NetApp Hadirkan Operasi Otonom Berbasis AI untuk Infrastruktur Hibrida
-
Bukan Sekadar Bertahan, UMKM Langkat Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Daerah
-
Janice/Aldila Siap Bekerja Keras untuk Menghadapi Unggulan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.