Ini yang Dilakukan Pemda untuk Mempercepat Turunkan Jumlah Stunting
Kamis, 29 Agu 2024, 18:25 WIBManado - Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Utara, D Tino Tandaju menyebutkan optimalisasi 'Kampung Keluarga Berkualitas' membantu percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
"Mari kita mengoptimalkan peran Kampung Keluarga Berkualitas dalam menurunkan angka prevalensi stunting," ajak D Tino Tandaju di Tutuyan, Kabupaten Boltim, Kamis.
Kehadiran 'Kampung KB' diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, pembangunan sektor terkait untuk mewujudkan keluarga kecil berkualitas.
Kaper Tino berharap pemerintah daerah, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dan mitra kerja bersinergi dan berkomitmen dalam upaya pencapaian target angka prevalensi stunting di kabupaten tersebut.
Tino mengatakan, ada sepuluh langkah strategis dalam percepatan penurunan stunting yang direduksi ke dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pengukuran dan pelaporan.
"BKKBN optimistis apabila tiga hal ini dilaksanakan dengan maksimal maka angka prevalensi stunting khususnya kegiatan pencegahan akan semakin optimal," ujarnya.
Dia menambahkan, penurunan angka stunting butuh kolaborasi pemerintah kabupaten dengan mitra kerja dalam mendorong kehadiran sasaran dalam kegiatan posyandu, serta peran aktif TPPS kecamatan dan kelurahan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Boltim, Fera Maria Sewow, memberikan apresiasi sosialisasi BKKBN Sulut mempercepat penurunan angka stunting di wilayahnya.
"Kami berharap program orientasi pengelolaan Kampung Keluarga Berkualitas dalam rangka percepatan penurunan stunting akan meningkatkan pemahaman dan kompetensi para pengelola KB dan sebagai acuan dalam upaya percepatan penurunan stunting," ujarnya.
Sebagaimana data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka prevalensi stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow 30 persen.
Angka tersebut kemudian turun menjadi 28,4 persen sebagaimana data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, sementara target angka prevalensi stunting di tahun itu sebesar 15,99 persen.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
FIFA Asean Cup 2026: Indonesia Tekuk Singapura 2-0, Modal Hadapi Malaysia di Laga Kedua Grup A
-
Pemkab Kotim Raih Penghargaan TP2DD Terbaik di Kalimantan
-
Pemerintah Siapkan Langkah Baru, Rumah Tak Layak Huni Bakal Ditangani Lebih Cepat
-
Tim SAR Gabungan Cari Nelayan Hilang saat Melaut di Kuala Tungkal Jambi
-
Truk Hantam Sepeda Motor di Bundaran Cibiru Bandung, Satu Orang Tewas
-
Akademi Pencegahan Stunting, Kompetensi ASN untuk Tekan Stunting di Kota Yogyakarta
-
DPR Dorong Transaksi QRIS Jadi Basis Analisis Pembiayaan UMKM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.