- Home
-
- Luar Negeri
-
- Hujan Picu Banjir Bandang ...
Hujan Picu Banjir Bandang di Pakistan Utara
Kamis, 01 Agu 2024, 16:27 WIBKARACHI - Hujan yang memicu banjir bandang terus melanda Pakistan utara pada Rabu (31/7), sehingga menyapu sejumlah wilayah, menyebabkan longsor, dan menewaskan sedikitnya 35 orang dalam waktu 48 jam, menurut pejabat dan warga setempat.
Hujan deras menyebabkan bencana di sebagian besar distrik Chitral yang permai di bagian barat laut provinsi Khyber Pakhtunkhwa, di mana curah hujan lebat dan banjir bandang menghanyutkan rumah, jembatan dan ternak, serta memutus akses puluhan desa.
Hujan lebat juga memicu longsor, menyebabkan aliran lumpur, dan membuat batu-batu besar berjatuhan dari tebing sehingga menghalangi sejumlah jalan raya di berbagai titik.
Menurut Otoritas Manajemen Bencana Provinsi, 19 orang meninggal dunia dan 15 lainnya terluka di beberapa tempat berbeda di provinsi tersebut yang berkaitan dengan hujan dalam waktu 48 jam.
Dilaporkan bahwa 11 anggota keluarga tenggelam ketika air hujan merendam ruang bawah tanah sebuah rumah di distrik Kohat pada Selasa (30/7).
Sementara itu, sebanyak delapan orang lainnya kehilangan nyawa setelah tersambar petir di gurun Thar selatan di hari yang sama.
Sementara itu, ratusan wisatawan terjebak selama dua hari karena jembatan utama yang menghubungkan tujuan wisata terkenal Kaghan dan Naran terputus karena tersapu banjir bandang.
Departemen Meteorologi Pakistan memperkirakan akan terjadi hujan lebat dan banjir di seluruh negeri, termasuk kota-kota besar seperti Karachi, Lahore, dan Islamabad, mulai 2 hingga 6 Agustus.
Otoritas Manajemen Bencana Nasional, sebuah badan milik negara yang berkoordinasi antara berbagai lembaga bantuan dan penyelamatan, telah meminta pihak berwenang untuk tetap waspada dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah kerugian manusia dan infrastruktur akibat kemungkinan hujan.
Musim hujan yang terjadi pada Juli hingga Agustus telah lama menyebabkan kerusakan di seluruh negara Asia Selatan. Namun intensitas dan ketidakpastiannya telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena perubahan iklim. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
IPB Dorong FiAC 2026 Berdampak Nyata di Masyarakat, Riset Jangan Berhenti di Kampus
-
Jakpro Siapkan Strategi City Master Developer Wujudkan Jakarta Kota Global
-
Gerakan Pangan Murah di 17 Kabupaten dan Kota di Sumsel
-
Perkuat Ekosistem Digital Syariah, Bank BSN Hadirkan Integrasi KTA IARMI
-
Erupsi Krakatau, Para Pelajar Jakarta Mulai Senin Besok Ditetapkan Belajar dari Rumah
-
Akses Makin Lancar, UMKM Bantul Mulai Panen Manfaat JJLS
-
Pemerintah Siapkan Bus dan Kereta Api Gratis ke 4 Bandara Alternatif dari Soekarno-Hatta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.