- Home
-
- Luar Negeri
-
- Sri Lanka Tidak Izinkan La...
Sri Lanka Tidak Izinkan Lagi Kapal Penelitian Asing Masuk Perairannya
Sabtu, 06 Jul 2024, 00:13 WIBTokyo - Otoritas Sri Lanka tidak berniat memperpanjang satu tahun moratorium yang diberlakukan sejak 1 Januari 2024, kepada kapal-kapal penelitian asing yang memasuki wilayah perairannya, demikian disampaikan Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Ali Sabry kepada NHK, Sabtu
Pada Januari 2024, Kolombo memberlakukan satu tahun moratorium untuk kapal-kapal penelitian asing yang memasuki wilayah perairannya menyusul sejumlah kapal penelitian Tiongkok yang mencoba memasuki wilayah perairan Sri Lanka.
Peralatan yang dibawa kapal ilmiah Tiongkok itu diyakini akan digunakan tidak hanya untuk kebutuhan penelitian maritim, tapi juga untuk eksplorasi dasar laut bagi operasi angkatan laut Tiongkok di masa mendatang di Samudera Hindia.
Namun, pada Maret, pihak berwenang Sri Lanka mengizinkan kapal penelitian Jerman berlabuh di pelabuhan Kolombo.
"Kami tidak dapat memiliki aturan yang berbeda untuk negara yang berbeda. Kami tidak bisa melarang hanya Tiongkok. Kami tidak akan melakukannya. Kami tidak akan memihak ke pihak tertentu," kata menteri luar negeri Sri Lanka.
Sri Lanka memiliki sumber daya maritim, oleh karena itu penelitian laut merupakan elemen penting, tambah Sabry.
"Oleh karena itu kami percaya bahwa kami harus meningkatkan transparansi mereka dan mengizinkan (kapal-kapal) untuk masuk," kata diplomat senior Sri Lanka tersebut.
Ia juga berterima kasih kepada Jepang atas niatnya untuk menyediakan kapal yang dilengkapi dengan sonar untuk membuat peta laut bagi Sri Lanka.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Aksi Lomba ketangkasan pemadam kebakaran
-
Target Agustus Lewat, Manajer KDKMP Masih Jadi Wacana
-
Christine Hakim Kembali Perankan Karakter Pelacur di Film "Empat Musim Pertiwi"
-
Pemkot Bogor Optimalkan Penanganan Pengangguran Lewat Padat Karya
-
Imbas Erupsi Anak Krakatau, 117 Ribu Penumpang KA Tiba di Jakarta
-
Lawan Perang Dagang, PM Kanada Minta Warganya Bersatu
-
Daftar Jalur Pendakian di 9 Taman Nasional Ditutup Sementara, Ini Penyebabnya!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.