Kemenkes Lakukan Intervensi Serentak untuk Cegah Stunting Sejak Dini
Kamis, 30 Mei 2024, 00:04 WIBJakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan intervensi serentak di berbagai daerah di Indonesia guna mencegah stunting sejak dini melalui program Intervensi Serentak Pencegahan Stunting.
Dalam dialog yang diselenggarakan oleh FMB9 IKP Kominfo secara daring di Jakarta pada Rabu, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat KemenkesMaria Endang Sumiwimengaku terus berupaya memberikan data dan informasi yang dapat digunakan oleh semua pihak yang terlibat.
"Kami berusaha memberikan data dan informasi secara cepat agar seluruh pihak yang terlibat dapat menggunakan data dan informasi tersebut secara efektif," jelas Endang dalam dialog FMB9 IKP Kominfo bertajuk "Tantangan Kejar Stunting Turun Jadi 14%".
Karena itupihaknya memastikan program Intervensi Serentak yang dicanangkan secara khusus tersebut menjadi langkah preventif yang lebih efektif daripada hanya mengobati.
Pasalnya, ia menilai selama ini stunting masih banyak terjadi lantaran pencegahan yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun masyarakat itu sendiri masih terlalu kurang.
"Kami masih dalam masa transisi, di mana kita cenderung mengobati penyakit daripada mencegahnya. Hal yang sama terjadi pada stunting, di mana pencegahannya masih kurang," ujarnya.
Dalam Intervensi Serentak yang akan digerakkan pada bulan Juni mendatang, Kemenkes mengambil langkah pertama, yakni memastikan ibu hamil yang bermasalah dengan gizi awal mendapatkan penanganan yang tepat.
Endang menjelaskan ibu hamil harus datang ke posyandu terdekat guna melakukan pemeriksaan terkait masalah gizi awal. Jika terdeteksi masalah gizi awal, mereka akan mendapatkan rujukan ke puskesmas serta makanan tambahan selama 120 hari.
Adapun langkah Kemenkes yang kedua, lanjutnya, yakni melakukan pengukuran dan penimbangan berat badan pada balita untuk mendeteksi masalah gizi sejak dini.
"Kami ingin memastikan bahwa jika berat badan balita tidak naik dari bulan sebelumnya, segera ada intervensi untuk mencegah masalah gizi yang lebih serius," tambahnya.
Selain ibu hamil, pihaknya juga akan memberikan edaran yang meminta para calon pengantin untuk juga melakukan pengecekan ke posyandu guna memastikan mereka siap menikah dan memiliki anak dengan kondisi kesehatan yang optimal.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
2 Bulan Antrean Berular di SPBU, Pertamina Sulawesi Bongkar Biang Kerok dan Gandeng Satgas
-
Pemkot Gelar Gebyar Bandung Utama demi Dekatkan Layanan Publik kepada Warga
-
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 734 Orang, 2.498 Masih Hilang Usai Gletser Runtuh
-
Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan Digelar di Balai Karantina
-
Warga Banyumas Mengeluh karena Harga-harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik
-
No Na akan Rilis Album Perdana “Island Girl” pada September 2026
-
Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.