Warganet Indonesia Terkenal Sadis, Menko PMK Ajak Anak Muda Bermedia Sosial dengan Positif dan Kreatif
Kamis, 23 Mei 2024, 05:00 WIBJakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengajak anak muda untuk bermedia sosial dengan positif dan kreatif, serta tetap menjaga etika di era digital.
"Warganet Indonesia terkenal sadis tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga sampai seluruh dunia. Ada yang perlu dibenahi dalam cara kita bermedia sosial, sudah saatnya teknologi dan media sosial harus digunakan untuk menyebarkan hal-hal positif dan kreatif," ujar Muhadjir dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Muhadjir menyampaikan hal tersebut dalam acara "Pertemuan Gen Digital Revolusi Mental 2024" dengan tema "Berbagi Hal Baik Untuk Indonesia Lebih Baik" yang diselenggarakan Kemenko PMK bersama Pemerintah Kota Surakarta dan Solo Bersimfoni di Lokananta, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu.
Menyinggung terkait revolusi mental, ia menekankan agar gerakan tersebut tidak sekadar menjadi sebuah program, tetapi harus diimplementasikan secara masif oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
"Revolusi mental bukan sebuah program, melainkan sebuah gerakan, oleh karena itu harus tumbuh dari masyarakat, khususnya generasi muda," ucapnya.
Untuk diketahui, Gen Digital Revolusi Mental merupakan wadah bertemunya para juara lokal, pendidik, pemengaruh, dan generasi muda penggiat media di daerah yang mewakili lima aksi nyata dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Mereka terlibat aktif mempublikasi konten di media sosial untuk berbagi praktik baik dan memperluas gerakan aksi bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka yang juga hadir dalam acara tersebut menanggapi pertanyaan dari salah satu peserta terkait masih adanya ujaran kebencian dan perilaku nyinyir (berkomentar sinis) di media sosial. Ia menegaskan ujaran kebencian agar terus dilawan.
"Ujaran kebencian perlu dilawan dengan tetap berbuat baik dan berkarya. Saya pernah mengalami ujaran kebencian ketika Pemkot turut merayakan hari raya Natal, nyatanya kegiatan tersebut membawa berkah bagi pedagang asongan, tukang tenda, hotel, UMKM, dan kerukunan antarumat juga terjaga. Jadi masyarakat sendiri yang membuktikan," ucap Gibran.
Antusias peserta yang hadir dalam pertemuan itu berasal dari sejumlah perwakilan organisasi anak muda, yang usai gelar wicara dibagi dalam empat tim untuk melihat langsung aksi nyata yang membawa nilai-nilai revolusi mental di empat lokasi yang menjadi pusat keunggulan Kota Surakarta.
Selain Surakarta, agenda tersebut akan dilaksanakan di tiga kota lain, seperti Bandar Lampung, Denpasar, dan Makassar, yang diharapkan dapat menjadi tempat anak muda melakukan kolaborasi dan berbagi praktik baik sehingga dapat melahirkan talenta yang dapat yang dapat memberi inspirasi kebaikan ke seluruh pelosok negeri.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tekuk PSS Sleman 2-1, Bali United Raih Tiga Poin Perdana
-
Youth Today, Leaders Tomorrow: BI dan Pemprov DKI Bentuk 500 Pemimpin Muda Jakarta
-
Percepat Pembangunan Wilayah Kepulauan, Pemerintah NTB Usul Pelimpahan Izin Kelola Pulau-pulau Kecil ke Daerah
-
Taipan Terkaya Afrika Buka IPO Kilang Minyak, Target Raup Rp1,6 Miliar dan Ajak 10 Juta Orang Jadi Pemegang Saham
-
JF3 Food Festival 2026 Hadirkan Ribuan Menu Nusantara Selama 45 Hari
-
Bukan Sekadar Bumbu Tempe! Kemendikti Ungkap Alasan Ragi Tempe Harus Dilindungi
-
BPS Catat Australia Jadi Tujuan Utama Ekspor Papua Juli 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.