Ternyata Ini Penyebab Suhu Udara Terasa Gerah di Indonesia
Rabu, 15 Mei 2024, 17:26 WIBJAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan fenomena panas dan gerah yang sekarang terjadi di Indonesia dipicu oleh faktor pemanasan permukaan sebagai dampak dari mulai berkurangnya awan dan curah hujan.
Eko menuturkan kondisi gerah yang sekarang dirasakan masyarakat Indonesia merupakan salah satu hal umum yang terjadi pada periode peralihan musim hujan ke musim kemarau.
Menurutnya, peralihan musim itu menciptakan dampak pemanasan permukaan dan kelembaban yang masih relatif tinggi.
"Kami mencatat beberapa suhu ekstrem yang sempat terjadi di beberapa wilayah hanya saja tidak ada yang melebih angka 37 derajat Celcius," kata Eko.
Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa wilayah Indonesia yang terletak di sekitar ekuator dengan kondisi geografis kepulauan dan dikelilingi perairan yang sangat luas membuat negara ini tidak merasakan efek gelombang panas.
Karakteristik dinamika atmosfer Indonesia berbeda dengan daerah yang berada di wilayah lintang tengah dan lintang tinggi. Wilayah Indonesia juga memiliki variabilitas perubahan cuaca yang sangat cepat.
"Perbedaan ini menjadikan wilayah Indonesia tidak mengenal fenomena gelombang panas," papar Eko.
Peneliti Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Didi Setiadi memaparkan bahwa gelombang panas adalah fenomena suhu ekstrem yang bertahan selama beberapa hari di suatu tempat.
Gelombang panas disebabkan oleh sistem tekanan tinggi akibat gelombang atmosfer Rossby menyebabkan udara bergerak ke bawah, sehingga udara panas di tempat itu cenderung terjebak seperti di dalam oven.*
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Perdagangan Ilegal Satwa Laut Terendus di Jembrana, Polres Ungkap Fakta Mengejutkan
-
PT PP Properti Tbk (PPRO) Meraih Penghargaan Top SOE Subsidiaries Awards 2026 dari The Iconomics Media
-
Indonesia Jadi Incaran Investasi Data Center, ESI Ingatkan Soal Listrik dan Energi Bersih
-
Hadapi Kemarau Ekstrem, Petani Jepang Beralih ke Varietas Padi Tahan Panas
-
Minum Kopi di Pagi Hari Bisa Melancarkan BAB, Benarkah? Ini Penjelasannya!
-
Pemkab Lebong Anggarkan Dana Rp2,8 Miliar untuk Pemasangan Penerangan Jalan Umum
-
Penumpukan sampah di Kabupaten Gowa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.