Kepala BKKBN Yakin Kontestan Pilkada Membawa Isu 'Stunting'
Rabu, 15 Mei 2024, 03:13 WIBJAKARTA - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, yakin kontestan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 akan membawa isu stunting. Di sisi lain, pihaknya akan terus berupaya mencapai target prevalensi stunting 14 persen pada tahun ini.
"Saya yakin di Pilkada 2024 ini semua calon kepala daerah pasti akan kampanye tentang penurunan stunting dan perbaikan gizi," ujar Hasto, usai acara Rakornis BKKBN 2024, di Jakarta, Selasa (14/5).
Dia mengungkapkan, keyakinan tersebut lahir sebab selama ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) kerap membuat materi bertema stunting dan gizi. Pihaknya juga akan mengusulkan agar tema tersebut muncul dalam kontestasi Pilkada nanti.
"BKKBN juga akan memasukkan, mengusulkan tema-tema kampanye seluruh kepala daerah itu dengan tema perbaikan kualitas SDM, khususnya perbaikan gizi," jelasnya.
Penurunan "Stunting"
Hasto menyatakan, salah satu upaya memperkuat penurunan stunting adalah pengukuran dan penimbangan bayi. Menurutnya, proses tersebut belum berjalan 100 persen sehingga validitas datanya belum kuat.
"Oleh karena itu, bulan Mei-Juni ini dikuatkanlah pengukuran penimbangan sehingga by name by address-nya ada. Dimulai dari situ," katanya.
Dia menilai, anggaran gizi dan perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM) ke depan akan lebih besar. Apalagi muncul isu akan adanya Badan Gizi Nasional pada periode pemerintahan selanjutnya.
"Saya kira ini dukungan-dukungan yang akan terjadi ke depan. Harapan saya akan lebih serius lagi untuk pemberian makanan pada ibu hamil, balita, dan calon pengantin," terangnya.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan angka prevalensi stunting hanya turun 0,1 persen dari 21,6 persen pada 2022 menjadi 21,5 persen pada 2023. Menurutnya, salah satu kendala penurunan stunting yang masih kecil belum ditemukan model implementasinya.
Dia menambahkan, hal yang sama juga terjadi di tingkat daerah. Menurutnya, belum ada implementasi yang konsisten agar dapat menekan prevalensi stunting di tingkat daerah. "Nah, itu yang sekarang sedang kita cari model pas-nya itu apa. Enggak ada satu daerah yang konsisten di satu provinsi, event di satu kabupaten/kota sedikit sekali yang bisa (konsisten)," ucapnya. ruf/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Pemkot Bandung Dukung BPJS Ketenagakerjaan Dorong Ahli Waris Mandiri Secara Ekonomi
-
Pengusaha, Investor, dan Warga Bakal Bertemu di Jitex 16-19 September
-
Sumsel Genjot Breeding Sapi, Dukung Target Swasembada Daging Nasional
-
ACC Kembangkan DSA Cibunian Bogor untuk Perkuat Potensi Lokal dan Kemandirian Masyarakat
-
Mendorong Potensi Kemaritiman Kaltara dengan Lomba Balap Speedboat Kodaeral XIII
-
Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta
-
Awas Mesin Rontok, Polisi Gerebek Pabrik Oli Palsu di Cengkareng Jakbar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.