Bertemu Ketua Parlemen Prancis, Puan Pamer Produk Legislasi RI
Kamis, 07 Mar 2024, 11:04 WIBJAKARTA - Ketua DPR RI Puan Maharani memamerkan produk hukum yang terkait dengan pemberdayaan dan perlindungan perempuan kepada Ketua Majelis Nasional Prancis, Madame Yaël Braun-Pivet.
Masalah seputar peranan perempuan di Indonesia dan Prancis menjadi salah satu bahasan pada pertemuan yang terselenggara di Palais Bourbon, Gedung Parlemen Prancis pada Selasa (5/3).
Disiarkan laman resmi DPR RI, pertemuan bilateral tersebut merupakan salah satu agenda dalam lawatan ketua DPR RI saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ketua Parlemen Perempuan Dunia atau Women Speakers' Summit 2024. Puan menegaskan, Indonesia memiliki banyak produk hukum yang mendukung hak-hak dan perlindungan perempuan.
DPR di bawah kepemimpinan Puan juga banyak menghasilkan dan mengusulkan produk legislasi yang mendukung hak-hak perempuan. Misalnya UU No 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), dan RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA). Puan juga menyampaikan, di periode kepemimpinannya telah terjadi banyak affirmative actionuntuk mendukung agar syarat 30% calon anggota parlemen perempuan dari parpol dilaksanakan.
"UU TPKS menjadi UU anti-kekerasan seksual dan lewat RUU KIA, kami mendorong adanya hak cuti ayah bagi pekerja yang istrinya melahirkan," jelas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan itu dalam keterangan tertulisnya.
Dalam pembicaraan dua arah ini Puan juga mempertanyakan mengapa ada perbedaan gaji bagi perempuan dan laki-laki di Prancis. Yaël Braun-Pivet mengakui tentang hal tersebut dan menjelaskan perbedaan gaji perempuan 25% lebih sedikit dibanding bagi pekerja laki-laki.
"Namun hal ini karena durasi kerja dari pemberi kerja yang lebih sedikit bagi perempuan dibanding laki-laki. Dengan masa kerja sama, perbedaannya 15%. Untuk posisi pekerja penuh waktu, ada perbedaan sekitar 4%," paparnya.
Yaël Braun-Pivet juga mengakui masih kurangnya akses perempuan di Prancis untuk menduduki jabatan-jabatan penting. "Secara prinsip memang sudah ada kesamaan hak antara laki-laki dan perempuan, namun untuk kesempatan yang riil masih perlu waktu," aku Yaël Braun-Pivet.
Puan lantas menyimpulkan, perjuangan untuk adanya kesempatan yang sama antara laki-laki dan perempuan masih belum selesai sehingga perlu untuk terus diperjuangkan. Setali tiga uang, Yaël Braun-Pivet juga sepaham dengan kesimpulan yang disampaikan oleh perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI itu. Ia juga menyatakan Indonesia sangat berperan dalam mendorong pemberdayaan perempuan di ASEAN.
"Indonesia aktif membahas isu perempuan di AIPA 2023, di bawah kepemimpinan Ibu Puan Maharani. Indonesia juga aktif pada isu perempuan di Afghanistan dan di tingkat global, Indonesia berperan untuk mendorong hal ini," kata Yaël Braun-Pivet.
Dalam kesempatan yang sama, Puan mengundang Ketua Majelis Nasional Prancis untuk hadir dalam agenda Parliamentary Meetingpadathe World Water Forum(WWF) ke-10 yang akan digelar di Bali pada 19-21 Mei mendatang di mana DPR bertindak sebagai tuan rumah.
WWF merupakan pertemuan utama parlemen di tingkat global yang membahas isu air dan sanitasi, terutama dalam menghadapi kelangkaan pasokan air bersih.
"Parlemen harus berkontribusi mengatasi isu pasokan air bersih dan sanitasi, dan dalam mencapai targer SDG 6. Saya ingin mengundang ibu Presiden Majelis Nasional Perancis untuk menghadiri acara tersebut," kata Puan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Era Mobil Hidrogen Dimulai, BMW Uji iX5 dengan Jarak Tempuh 750 Km
-
Taman Safari Kembali Gelar Kompetisi Fotografi dan Video Satwa IAPVC, Tahun Ini Ada Dua Kategori Baru!
-
Banjir Nepal-Tibet: 93.000 Orang Sangat Butuh Bantuan dan 584 Tewas
-
Transfer Teknologi Panas Bumi, Pertamina Drilling dan Iceland Drilling Bidik Proyek Global
-
Kota Bandung Siap Hadapi Pekan Olahraga Provinsi 2026
-
Naomi Siap Hadapi Elise Mertens
-
Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah Berawan Seharian, Suhu Udara Mencapai 36°C
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.