Menaker Sebut Hubungan RI-Kuwait Momen Penting Sikapi Isu Global
Sabtu, 24 Feb 2024, 16:00 WIBJAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menyatakan hubungan bilateral yang terjalin antara Indonesia dan Kuwait menjadi momentum penting dalam membahas isu-isu global di forum regional maupun multilateral, termasuk di bidang ketenagakerjaan.
Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (24/2), Menaker Ida menjelaskan beberapa isu yang dapat diusung bersama Indonesia dan Kuwait, termasuk kemerdekaan Palestina, perdamaian dan keamanan, serta pembangunan sosial ekonomi.
"Untuk menyikapi isu global, dua mekanisme bilateral telah dibentuk di kedua negara, yaitu Komisi Gabungan Menteri dan Komisi Perdagangan Gabungan di tingkat pejabat senior," ujar Menaker Ida Fauziyah ketika mewakili pemerintah Indonesia menghadiri Hari Nasional ke-63 dan Hari Pembebasan Negara Kuwait ke-33 di Jakarta, Jumat (23/2) malam.
Sementara di bidang ketenagakerjaan, Indonesia dan Kuwait telah merealisasikan memorandum of understanding (MoU) mengenai penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) yangditandatangani pada1996.
Saat ini, kataIda, Kuwait juga sudah menjadi rumah bagi lebih dari 6.100 warga negara Indonesia (WNI), dimana ada sekitar 2.850 pekerja migran Indonesia yang bekerja pada sektor perminyakan, kesehatan dan perhotelan.
"Saya berharap ke depannya semakin banyak pekerja migran Indonesia yang profesional dan terampil bekerja di Kuwait," ujar Ida.
Menaker Ida menambahkanpengembangan kerja sama antara Indonesia dan Kuwait, khususnya di bidang ketenagakerjaan harus terus dilakukan dengan baik. Sehingga, penempatan tenaga kerja Indonesia ke Kuwait dapat berjalan lancar.
- Tenaga Kerja Indonesia (TKI)
- kuwait
- Hubungan Bilateral
- Menaker
- Pekerja Migran Indonesia (PMI)
- Ida Fauziah
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
NASA Luncurkan Teleskop Roman, Petakan Miliaran Galaksi dan Cari 100.000 Eksoplanet
-
Alvarez Kembali Berlatih Bersama Atletico, Spekulasi Pindah ke Barcelona Belum Reda
-
Tragedi Banjir Nepal-China Makin Parah, 633 Orang Tewas dan 3.000 Masih Hilang
-
Otorita Perkuat Penanganan Karhutla di IKN
-
BPBD Jabar Berangkatkan 20 Personel Bantu Korban Gempa NTT
-
Bagaimana Cara Memaknai Kemerdekaan di Era Digital? Yuk Tebarkan Semangat Positif di Media Sosial
-
Kabar Gembira, Gubernur Jatim Khofifah Sebut Hotspot Karhutla Bromo Sudah Bisa Dilokalisasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.