Budi Gunadi: RS Rujukan Perlu Transfer Ilmu Pelayanan Penyakit Katastropik
Selasa, 20 Feb 2024, 06:55 WIBMenteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan rumah sakit rujukan perlu mentransfer pengetahuan tentang layanan unggulan yang dimilikinya ke seluruh RS kabupaten atau kota.
Hal itu dikemukakan Menkes Budi dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Sabtu (17/2), seraya menjelaskan kanker, jantung, stroke, dan ginjal yang merupakan penyakit katastropik masih menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.
Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan memberikan perhatian khusus pada penyakit katastropik tersebut melalui transformasi layanan rujukan di berbagai RS, seperti RSUD Al Ihsan Bandung, Jawa Barat.
"Jadi tugasnya Rumah Sakit Al ihsan adalah mengampu. Bukan hanya pintar sendiri, tapi harus bisa semua kabupaten kota di Jawa Barat harus bagus RSUD-nya. Kalau bisa sedikit sekali yang dirujuk ke Al Ihsan. Semakin sedikit yang dirujuk, semakin bagus Al Ihsan-nya," kata Menkes.
Layanan prioritas RSUD Al Ihsan yang diresmikan olehnya pada Jumat (16/2) merupakan implementasi transformasi kesehatan, khususnya transformasi layanan rujukan. Layanan-layanan itu adalah Cardiac Surgery Center, Stroke Center, Radiotherapy Center, Pengobatan TB Paripurna, dan One Stop Service Kanker Paru.
Layanan rujukan tersebut, katanya, merupakan fasilitas rujukan penyakit katastropik atau penyakit yang mengancam nyawa dan membutuhkan biaya pengobatan yang besar serta proses penyembuhan yang lama.
Budi menjelaskan layanan-layanan tersebut merupakan salah satu langkah Kementerian Kesehatan guna mengurangi angka kematian akibat penyakit katastropik. Budi berharap, dengan upaya-upaya seperti itu, lebih banyak pasien rumah sakit rujukan keluar melalui pintu depan dalam kondisi sembuh, daripada keluar melalui pintu belakang atau dalam kondisi meninggal.
Kemenkes menetapkan 10 layanan kesehatan prioritas yang menjadi perhatian dalam transformasi layanan rujukan. Sepuluh layanan kesehatan prioritas tersebut adalah kanker, jantung, stroke, ginjal, kesehatan ibu anak, TB respirasi, Selain itu, diabetes melitus, gastrohepatologi, penyakit infeksi emerging, dan kesehatan jiwa.
Dalam kesempatan itu, Menkes juga mengingatkan pentingnya pemeriksaan kesehatan yang berkaitan dengan darah agar masyarakat terhindar dari berbagai penyakit katastropik. Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Banjir Bandang Nepal Tewaskan 734 Orang, 2.498 Masih Hilang Usai Gletser Runtuh
-
Pemkot Gelar Gebyar Bandung Utama demi Dekatkan Layanan Publik kepada Warga
-
2 Bulan Antrean Berular di SPBU, Pertamina Sulawesi Bongkar Biang Kerok dan Gandeng Satgas
-
Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan Digelar di Balai Karantina
-
No Na akan Rilis Album Perdana “Island Girl” pada September 2026
-
Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran
-
Warga Banyumas Mengeluh karena Harga-harga Kebutuhan Pokok Mulai Naik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.