Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

2023, Produksi Beras Dunia Diproyeksi Susut karena Cuaca Ekstrem

📅 Selasa, 23 Mei 2023, 01:24 WIB | Oleh:
2023, Produksi Beras Dunia Diproyeksi Susut karena Cuaca Ekstrem Doc: ANTARA/YUDI
Ket. KRISIS IKLIM SUSAHKAN PETANI I Petani mencangkul sawah yang mengalami kekeringan di kawasan pertanian Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, belum lama ini. Krisis iklim seperti kekeringan mengancam pangan dan penghidupan miliaran penduduk dunia.

» Saat suhu bumi semakin panas, produksi beras dalam masalah yang mengancam pangan dan penghidupan miliaran orang.

» India membatasi ekspor beras karena khawatir produksi mereka tidak cukup untuk memberi makan rakyatnya.

JENEWA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Senin (22/5), mengatakan bencana akibat cuaca melonjak dalam 50 tahun terakhir sehingga kerusakan pada perekonomian membengkak.

Dikutip dari The Straits Times, Organisasi Meteorologi Dunia atau World Meteorological Organisation (WMO) mencatat peristiwa yang berhubungan dengan cuaca, iklim, dan air yang ekstrem menyebabkan 11.778 bencana yang dilaporkan antara 1970 hingga 2021.

Bencana tersebut juga menewaskan lebih dari dua juta orang dan menyebabkan kerugian ekonomi sebesar 4,3 triliun dollar Amerika Serikat (AS).

"Masyarakat yang paling rentan sayangnya menanggung beban cuaca, iklim, dan bahaya terkait air," kata Kepala WMO, Petteri Taalas, dalam pernyataannya.

Laporan juga menunjukkan lebih dari 90 persen kematian di seluruh dunia akibat bencana selama periode 51 tahun terjadi di negara-negara berkembang. Badan itu juga mengatakan peningkatan sistem peringatan dini dan koordinasi manajemen bencana sudah mengurangi jumlah korban manusia secara signifikan.

Kurangi Hasil Pertanian

Sementara dari New York, The Straits Times juga melaporkan saat suhu bumi semakin panas, produksi beras dalam masalah yang mengancam pangan dan penghidupan miliaran orang. Kadang-kadang curah hujan tidak cukup, saat bibit membutuhkan air, atau air melimpah sehingga tanaman terendam banjir. Begitu pula saat laut mengganggu, garam merusak tanaman. Saat suhu malam menjadi hangat, hasil panen pun turun.

Ancaman itu memaksa dunia menemukan cara baru untuk menanam salah satu komoditas utama. Petani padi menggeser kalender tanam mereka. Para perekayasa tanaman sedang berupaya mengembangkan varietas super yang kuat agar bertahan pada suhu tinggi atau tanah dengan kadar garam yang tinggi.

Saat air semakin menipis di banyak bagian dunia, para petani sengaja membiarkan ladang mereka mengering, sebuah strategi yang juga mengurangi metana, gas rumah kaca yang kuat yang muncul dari sawah.

Krisis iklim sangat menyusahkan bagi petani kecil dengan sedikit lahan, seperti halnya ratusan juta petani di Asia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Olahraga
Alwi Tersingkir dari French...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.