Kemenko Marinves Lanjutkan Hilirisasi pada 2024
Sabtu, 23 Des 2023, 09:17 WIBBADUNG - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinves) melanjutkan program hilirisasi tambang dan nontambang pada 2024 untuk meningkatkan perekonomian negara. Di Sektor sumber daya alam (SDA) hilirisasi itu untuk mendukung pengembangan kendaraan listrik, sementara nontambang fokus di sektor rumput laut dan kelapa sawit.
"Program hilirisasi untuk mendukung perkembangan litium sebagai baterai maupun mobil listrik," ujarnya Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marinves M Firman Hidayat di sela rapat evaluasi dan kinerja 2023, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (22/12).
Tak hanya litium, kata dia lagi, pemerintah juga mengundang investasi untuk hilirisasi komoditas tambang lain seperti tembaga dan timah. Sedangkan hilirasi nontambang, kata dia, prioritasnya yakni rumput laut dan kelapa sawit.
Firman menambahkan untuk investasi hilirisasi rumput laut untuk luasan 100 hektare diperkirakan mencapai sekitar 2 juta dollar AS yang rencananya di kawasan Lombok Timur, NTB. Dia mengungkapkan hilirisasi itu memberikan dampak berlipat di antaranya dari penyerapan tenaga kerja.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan menginginkan pengembangan hilirisasi rumput laut dapat langsung dilakukan dengan luasan 1.000 hektare. Setelah itu, dia menargetkan dapat diperluas hingga 1,2 juta hektare di sejumlah lokasi di tanah air dalam waktu lima tahun mendatang.
"Kalau bisa mencapai dalam lima tahun, itu akan mengubah Indonesia jadi stunting turun, rakyat pesisir 62 persen itu akan menikmatinya," katanya pula.
Dalam paparannya Kemenko Marinves mencatat hilirisasi sektor tambang untuk mendukung produksi kendaraan listrik sebagai salah satu pilar utama transisi energi.
Indonesia merupakan salah satu pasar dan industri otomotif terbesar di Asia Tenggara dengan target populasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) di jalan pada 2030 mencapai 13 juta untuk roda dua dan mobil mencapai dua juta unit. Saat ini, populasi kendaraan di tanah air mencapai 129 juta sepeda motor dan 23 juta unit mobil.
Optimalkan SDA
Pada kesempatan lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif menyampaikan proses hilirisasi dapat mengoptimalkan nilai pendapatan negara dari potensi SDA Indonesia. Arifin menerangkan cadangan sumber daya alam Indonesia menyumbang pendapatan negara dengan nilai besar.
Dia juga menjelaskan saat ini sektor mineral dan batu bara menjadi andalan dari segi nilai pendapatan yang dihasilkan, menggantikan sektor minyak dan gas.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Wali Kota Surabaya Turun Langsung Telusuri Dugaan Pungli PKL saat Car Free Day
-
133 Kelompok Budidaya Ikan di Mataram Terima Bantuan Rp1,7 Miliar dari DKP.
-
KPK Ajak Kawula Muda Lawan Korupsi lewat "Stand Up Comedy"
-
Rayakan HUT RI, Ada Promo Spesial dan Mooncake Eksklusif di Hotel Borobudur Jakarta
-
Pementasan Gamelan Kuno Semar Pegulingan di Panggung PKB 2026
-
Pencarian Lansia Yang Hilang di Hutan Selorejo Gunungkidul
-
Bulog Wajibkan Sertifikasi Penggilingan Padi Mitra Mulai 2027, Ini Tujuannya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.