Ekspor Produk Halal RI Capai USD42,3 M
Rabu, 20 Des 2023, 09:46 WIBJAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan produk halal Indonesia yang diekspor mencapai 42,3 miliar dollar AS, sementara nilai produk halal yang diimpor mencapai 11,1 miliar dollar AS selama periode Januari hingga Oktober 2023. Dengan perkembangan tersebut, total perdagangan produk halal Indonesia baik ekspor maupun impor selama Januari-Oktober 2023 mencapai 53,4 miliar dollar AS.
"Jadi dalam periode Januari sampai Oktober 2023 nilai total perdagangan halal Indonesia baik ekspor maupun impor kita mencapai 53,43 miliar dollar AS," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi saat publikasi kinerja ekspor produk halal Indonesia di Jakarta, Selasa (19/12).
Pria yang juga menjabat sebagai Koordinator Kelompok Kerja Indonesia Halal Export Incorporated mengungkapkan bahwa dari total tersebut, produk halal yang diekspor mencapai 42,3 miliar dollar AS, sementara nilai produk halal yang diimpor mencapai 11,1 miliar dollar AS.
Didi mengatakan perdagangan Indonesia dari sisi nilai mengalami tren menurun, namun dari sisi volume terjadi peningkatan. Menurut dia, turunnya nilai ekspor disebabkan oleh penurunan harga komoditas dan produk tertentu.
"Jika dibandingkan tahun sebelumnya, total perdagangan Indonesia pada 2022 sebesar 75,49 miliar dollar AS, menurun 16,35 persen pada 2023," jelasnya.
Sektor Penopang
Dia menyebut ekspor produk halal ditopang empat sektor yang berbeda. Pertama, sektor makanan olahan, dengan nilai mencapai 35,7 miliar dollar AS, melibatkan produk seperti minyak sawit, olahan ikan, pasta, cacao, waffles, dan wafer. Negara-negara tujuan utamanya termasuk RRT, India, Amerika, Pakistan, dan Malaysia.
Kedua, sektor farmasi menghasilkan ekspor senilai 546 juta dollar AS, mencakup obat-obatan kemasan ritel, vaksin, vitamin, dan antibiotik. Filipina, Jepang, Taiwan, Nigeria, dan Korea Selatan menjadi negara tujuan utama.
Ketiga, ekspor sektor kosmetik senilai 362 juta dollar AS melibatkan produk kosmetik, perlengkapan toilet, parfum, dan produk perawatan rambut dan shampo. Singapura, Malaysia, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Filipina menjadi negara penerima utama.
Keempat, sektor pakaian muslim, termasuk jersey, blouse, celana panjang, coats, dan t-shirt, menghasilkan ekspor senilai 6,6 juta dollar AS. Amerika, Jepang, Korea, Jerman, dan Kanada menjadi negara-negara yang menjadi tujuan utama produk ini.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Indonesia dan AS Perkuat Kerja Sama dari Hilirisasi hingga Logam Tanah Jarang
-
Pemerintah AS Soroti Kepastian Hukum dan Birokrasi di Indonesia
-
Kesempatan Warga Jakarta Timur untuk Memeriksakan Hewan Peliharaan. Simak Jadwal Mobil Layanan Kesehatan Hewan Keliling
-
Geger! Polisi Bongkar Laboratorium Etomidate di Rumah Kawasan PIK 2.
-
BPS Catat Ekspor Papua Barat Turun 22,37 Persen hingga Agustus 2026
-
Target ekspor industri mebel dan kerajinan Indonesia
-
Baja RI Terancam Ditendang dari Eropa! Kemendag Bongkar Jurus Selamatkan Ekspor
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.