ADB Tahan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI pada 2023
Kamis, 14 Des 2023, 14:33 WIBJAKARTA - Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 di level 5 persen dalam Asian Development Outlook (ADO) Desember 2023 karena permintaan domestik semakin berperan sebagai pendorong pertumbuhan.
"Tingkat pertumbuhan 5 persen ini cukup besar di tengah semua hal yang terjadi di global," kata Direktur ADB untuk Indonesia Jiro Tominaga dalam media briefing akhir tahun ADB di Indonesia, Jakarta, Kamis (14/12).
Jiro menyampaikan, permintaan domestik telah mengambil alih dari peran ekspor komoditas sebagai pendorong pertumbuhan. Ketika lonjakan ekspor mulai berkurang, kontribusi permintaan domestik terhadap pertumbuhan kembali seperti sebelum pandemi COVID-19.
Ke depan, normalisasi penuh dari mobilitas dan daya beli yang lebih tinggi, dengan inflasi yang lebih rendah akan memicu kembalinya belanja.
Dia berpendapat, Indonesia dengan cepat pulih dari pandemi. Pertumbuhan rata-rata Indonesia tercatat sebesar 5,3 persen selama 2011-2019, sebelum turun sebesar 2,1 persen pada 2020 karena COVID-19.
Berkat kebijakan makroekonomi pemerintah yang tepat waktu, tepat, dan berani, PDB Indonesia tumbuh sebesar 3,7 persen pada 2021 dan 5,3 persen pada 2022. Selain itu, Indonesia mendapatkan kembali status ekonomi berpendapatan menengah atas, berdasarkan perkiraan Bank Dunia mengenai pendapatan nasional bruto nominal per kapita pada 2022.
Jiro mengatakan tugas Indonesia pascapandemi yakni meningkatkan pertumbuhan melebihi 6 persen. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) memperkirakan agar Indonesia bisa menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2045, PDB harus meningkat setidaknya persen setiap tahunnya.
"Hal ini merupakan salah satu tantangan dalam jangka menengah ke depan," ucap dia.
Maka dari itu, dia menilai Indonesia membutuhkan reformasi struktural yang berkelanjutan untuk mendorong pengembangan dan produktivitas sumber daya manusia, memperbaiki lingkungan bisnis, serta reindustrialisasi sektor manufaktur dapat meningkatkan potensi pertumbuhan.
Di sisi lain, kata dia, tingkat inflasi Indonesia kembali ke kisaran sasaran. Lantaran guncangan harga komoditas pada 2022 mereda, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) umum turun dengan stabil dan berada pada kisaran target 2 persen hingga 4 persen sejak Mei 2023.
Untuk keseluruhan tahun ini, ADB memproyeksikan inflasi domestik rata-rata mencapai sebesar 3,6 persen, dengan asumsi tidak ada guncangan harga global.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PLTS 100 kWp Hasilkan 63.800 kWh, Bandara Ahmad Yani Genjot Energi Hijau
-
Estetika Regeneratif dan Skin Longevity Jadi Fokus Bmderma
-
Pungli Retribusi Sampah Kafe, Dua Pegawai DLH Surabaya Dipecat
-
UEFA Bagikan 560 Miliar Rupiah kepada Klub yang Lepas Pemain ke Nations League
-
Popularitas Premier League Meningkat 20 Persen di Kalangan Anak Muda Amerika Serikat
-
Lorong Bangkai KM Virgo Transport 8 Banyak Tertutup, Penyelam Hadapi Akses Terbatas
-
AMSI: Media Kini Hadapi Tantangan Perubahan Perilaku Masyarakat dan AI
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.