Gerak Cepat, Konsulat RI Tawau Fasilitasi Pemulangan 151 PMI lewat Nunukan
Minggu, 03 Des 2023, 01:41 WIBTanjung Selor - Gerak cepat, Konsulat Republik Indonesia (RI) Tawau memfasilitasi pemulangan 151 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi oleh Pemerintah Malaysia, melalui Kabupaten Nunukan.
"Sebanyak 151 PMI itu telah melalui proses verifikasi atau pendataan dan telah diterbitkan SPLP (Surat Perjalanan Laksana Paspor)," kata Konsul RI Tawau, Heni Hamidah di Nunukan, Sabtu.
Ratusan PMI itu terdiri 120 orang laki-laki dewasa, 22 orang perempuan dewasa, tujuh orang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan.
Persiapan deportasi sebanyak 151 orang PMI itu dari Pelabuhan Ferry Tawau ke Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, telah disiapkan sejak Kamis (30/11).
Heni mengatakan, Pemerintah Malaysia melalui Jabatan Imigresen Tawau telah melakukan deportasi dengan biaya mandiri para deportan sebanyak 151 orang PMI yang telah selesai menjalani proses hukumnya dari Depot Tahanan Imigresen (DTI) Tawau.
Heni menyebut daerah 151 PMI tersebut didominasi asal Sulawesi Selatan, sebanyak 70 orang, disusul Kalimantan Utara 57 orang.
Selanjutnya, Nusa Tenggara Timur sebanyak sembilan orang, Sulawesi Tenggara sebanyak enam orang, Sulawesi Barat empat orang. Kemudian, Ambon, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, dan Jawa Timur masing masing-masing satu orang.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pembiayaan UMKM Dipercepat, Kementerian UMKM Gandeng OJK
-
Pengusaha, Investor, dan Warga Bakal Bertemu di Jitex 16-19 September
-
Bintang Film "Nashville" dan "Scream", Hayden Panettiere Meninggal Dunia di Usia 36 Tahun
-
Bukan Sekadar Bumbu Tempe! Kemendikti Ungkap Alasan Ragi Tempe Harus Dilindungi
-
RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat bagi Rezim Berkuasa
-
Berawal dari Kejelian Petugas Patroli, Lapas Semarang Gagalkan Penyelundupan Narkoba dengan Cara Dilempar
-
Mendag Budi Santoso Siapkan Kebijakan Baru Hadapi Produk Impor Pengganggu UMKM
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.