Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perguruan Tinggi Harus Jadi Pusat Inovasi Entaskan 'Stunting'

📅 Jumat, 01 Des 2023, 01:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perguruan Tinggi Harus Jadi Pusat Inovasi Entaskan 'Stunting' Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Tangkapan layar - Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto dalam siniar tentang hasil pendampingan perguruan tinggi kepada kabupaten/kota dalam program stunting, diikuti di Jakarta, pada Kamis (30/11).

JAKARTA - Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Bonivasius Prasetya Ichtiarto menyatakan perguruan tinggi diharapkan agar menjadi pusat inovasi untuk mengentaskan stunting.

"Perguruan tinggi adalah pusat terciptanya inovasi. Masalah stunting bukan hanya dari satu sisi, tetapi dari berbagai macam disiplin ilmu, sehingga perlu kerja sama berkelanjutan dari berbagai perguruan tinggi di berbagai disiplin ilmu, karena ini tidak hanya masalah kesehatan, tetapi psikologi juga ada di sana," kata Bonivasius dalam siniar yang diikuti di Jakarta, Kamis (30/11).

BKKBN menggelar seminar hasil pendampingan perguruan tinggi kepada kabupaten/kota dalam rangka percepatan penurunan stunting secara daring untuk mendorong kerja sama dan kontribusi melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Pendampingan kabupaten/kota oleh perguruan tinggi dilakukan sejak tahun 2022, dan sudah ada di 34 provinsi dengan 317 kabupaten/kota yang sudah didampingi," ucap Boni.

Dari hasil pendampingan yang sudah dilakukan oleh perguruan tinggi tersebut, dihasilkan rekomendasi kebijakan berdasarkan kewilayahan, yang dikelompokkan per pulau-pulau besar mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.

"Rekomendasi kebijakannya pencegahan pernikahan dini dan pengembangan layanan, karena kalau pernikahan dini dibiarkan, anak-anak yang dilahirkan bisa stunting, dan percuma kalau kita sudah berusaha menurunkan tetapi tumbuh (stunting) yang baru lagi," ujar dia.

Kemudian, rekomendasi kedua yakni pengembangan layanan prakonsepsi (pemeriksaan kesehatan untuk perencanaan kehamilan) pada calon pengantin dan remaja putri, oleh karena itu, tim pelaksana pendampingan perguruan tinggi memilih calon pengantin remaja sebagai target kegiatan tersebut.

"Proses konsepsi merupakan momen reproduksi yang sangat penting, yang mengawali terjadinya kehamilan sehingga diperlukan layanan prakonsepsi bagi para calon pengantin tersebut," tuturnya.

Upaya Kolaborasi

Ia menjelaskan, pada awal kehamilan terjadi apa yang disebut implantasi, dimana sel telur dengan calon janin menempel ke dinding rahim, juga peristiwa plasentase atau terbentuknya plasenta. "Keberhasilan (pembentukan plasenta) ini sangat menentukan perkembangan janin pada masa prakonsepsi, yang merupakan peluang bagi keberhasilan program intervensi. Calon pengantin wanita adalah sasaran yang paling tepat untuk intervensi gizi prakonsepsi, karena mereka adalah calon ibu hamil," paparnya.

Oleh karena itu, menurut dia, diperlukan adanya upaya kolaborasi dari berbagai pihak dari unsur pentahelix mulai dari pemerintah selaku pemangku kepentingan, masyarakat, perguruan tinggi, media, hingga pelaku usaha untuk mengentaskan stunting dari hulu.

"Stunting seperti efek domino yang terus berulang, jadi jika kita tidak memutus mata rantainya maka akan muncul lagi. Remaja juga perlu dilibatkan menjadi bagian penting, karena mereka ada di hulu dan merekalah yang menjadi penerus," kata dia.

Untuk itu, ia berharap, perguruan tinggi bisa terus fokus dan secara berkelanjutan mendampingi para remaja, serta memberikan pemahaman dan pengertian terkait penyebab, dampak, dan upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah kejadian stunting.

"Kita ada generasi berencana, dan kita bisa melihat bagaimana begitu semangat dan kuatnya energi dari anak-anak remaja kita. Kalau itu bisa kita manfaatkan dalam upaya pencegahan penurunan stunting, dampaknya akan luar biasa," jelas Bonivasius.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Cuaca Panas Ekstrem Bayangi...
Luar Negeri
Aturan Baru Afghanistan: PN...

Revolusi Flamingo Guncang Albania

34 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Revolusi Flamingo Guncang A...

Asik, Sekarang di Aston Sentul Ada EV Charging Station 

35 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Wisata
Asik, Sekarang di Aston Sen...
Nasional
Paradigma Baru Unhan: Ketah...
Nasional
Presiden Terima Surat Keper...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jadwal Lengkap Konser Musik di Jakarta Fair Kemayoran PRJ 2026

Jadwal Lengkap Konser Musik di Jakarta Fair Kemayoran PRJ 2026

09 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.