Dinkes Bangka Dirikan Pos Pencegahan 'Stunting'
Senin, 13 Nov 2023, 16:30 WIBBANGKA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mendirikan pos pencegahan stunting atau Pos Penting Sehat Mapan sebagai sarana edukasi pemberian gizi yang benar pada balita.
"Pos pencegahan stunting merupakan inovasi wadah pemberdayaan masyarakat dalam upaya perubahan perilaku dengan memberikan pendidikan gizi berupa edukasi," kata Nutrisionis Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Desi Yanti melalui keterangan, Senin.
Kegiatan di pos pencegahan stunting kata dia, selain edukasi pendidikan gizi juga digelar kegiatan demo masak tentang cara pemberian makan bayi dan anak (PMBA) yang tepat sesuai umur yaitu ASI eksklusif pada usia 0-6 bulan dan MP ASI pada usia 6 sampai 23 bulan, serta pemberian makan pada ibu hamil yang bergizi seimbang sesuai isi "piringku" di desa lokus stunting.
Dia mencontohkan, kegiatan Pos Penting Sehat Mapan di Sesa Gunung Muda dan Riding Panjang pada tahun 2023 mengalami transformasi dari tahun sebelumnya karena merupakan kolaborasi dengan kegiatan pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal dari puskesmas.
Pos pencegahan stunting atau Pos Penting Sehat Mapan menjadi wahana dalam menyediakan PMT lokal selama 90 hari yang dimasak oleh kader posyandu yang terlatih dan para balita dengan gizi kurang serta ibu hamil kurang energi kronis (KEK).
"Balita dengan gizi kurang serta ibu hamil kurang energi kronis datang setiap hari ke pos penting sehat mapan untuk mendapat makan bersama dan mendapat edukasi dari petugas kesehatan puskesmas serta kader," katanya.
Edukasi ditekankan tentang pola pengasuhan dan memotivasi ibu yang punya balita dan ibu hamil KEK agar dapat menerapkan pola pengasuhan dalam perawatan serta cara pemberian makan bayi dan anak setelah pulang ke rumahnya.
Tercatat jumlah kasus stunting di Kabupaten Bangka, berdasarkan hasil pengukuran status gizi bulan Agustus 2023, sebanyak 320 balita. Jumlah kasus tersebut lebih rendah dibanding tahun 2022 yang mencapai 329 balita.
Walaupun jumlah stunting pada balita sudah turun, namun intervensi, antara lain melalui pola asuh terutama pada kelompok 1000 HPK tetap dilaksanakan meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu yang mempunyai balita dalam pemenuhan makanan bergizi dan upaya perubahan perilaku dalam pemberian makanan bayi dan anak (PMBA) di Kabupaten Bangka sehat, cerdas dan bebas dari stunting.
Pewarta : Kasmono
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Pengusaha, Investor, dan Warga Bakal Bertemu di Jitex 16-19 September
-
ACC Kembangkan DSA Cibunian Bogor untuk Perkuat Potensi Lokal dan Kemandirian Masyarakat
-
Sumsel Genjot Breeding Sapi, Dukung Target Swasembada Daging Nasional
-
Pemkot Bandung Dukung BPJS Ketenagakerjaan Dorong Ahli Waris Mandiri Secara Ekonomi
-
Mendorong Potensi Kemaritiman Kaltara dengan Lomba Balap Speedboat Kodaeral XIII
-
Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta
-
Awas Mesin Rontok, Polisi Gerebek Pabrik Oli Palsu di Cengkareng Jakbar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.